Apa Itu

Apa Itu Bilangan Romawi dan Pengoperasiannya

Berikut penjelasan mengenai apa itu bilangan romawi dan cara pengoperasian dan penulisannya. angka romawi adalah angka yang berasal dari Zaman Kerajaa

Tayang:
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Hanif Mustafa
kompas.com
Ilustrasi. Berikut penjelasan mengenai apa itu bilangan romawi dan cara pengoperasian dan penulisannya. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Semasa belajar matematika di sekolah, materi mengenai bilangan romawi sudah mulai dikenalkan. Namun apa itu bilangan romawi?

Selain itu, bagaimana juga operasi bilangan romawi dalam matematika?

Berikut penjelasan selengkapnya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), angka romawi adalah angka yang berasal dari Zaman Kerajaan Romawi.

Angka ini pun seringkali disebut dengan bilangan romawi, karena sistem penomoran ini memang asalnya dari Romawi kuno.

Baca juga: Apa Itu Musim Pancaroba dan Daftar Penyakit Musim Pancaroba

Dalam penulisannya, angka romawi menggunakan huruf Latin untuk melambangkan angka numerik.

Biasanya, penomoran angka romawi ini pun sering dipakai pada halaman depan buku, jam, bahkan sampai seri olimpiade olahraga.

Lalu bagaimana cara menuliskan angka romawi?

Dalam sistem bilangan romawi tidak dikenal adanya simbol untuk angka nol “0”. Berikut merupakan beberapa simbol yang digunakan untuk menuliskan angka romawi.

I : representasi angka 1.

V : representasi angka 5.

Baca juga: Apa Itu KPK dan FPB dalam Pelajaran Matematika

X : representasi angka 10.

L : representasi angka 50

C : representasi angka 100.

D : representasi angka 500.

M : representasi angak 1.000.

Penulisan pada angka romawi memakai empat macam jenis cara yaitu:

1. Pengulangan

2. Pengurangan

3. Penjumlahan

4. Gabungan

Pengulangan, dalam sistem pengulangan, tidak semua angka romawi dapat ditulis ulang.

Angka Romawi yang bisa diulang antara lain I, X, C, dan M.

Sedangkan angka romawi yang tidak dapat diulang antara lain V, L, dan D. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut ini.

I = 1

II = 2

III = 3

IV = 4

Dari contoh tersebut, jelas bahwa setelah tiga kali pengulangan tidak akan diulangi kembali untuk kali keempat.

Pengurangan, jika angka romawi yang lebih kecil ditulis didepan angka yang lebih besar ini artinya sistem pengurangan.

Pengurangan yang demikian ini hanya dapat dilakukan satu kali. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh di bawah ini.

IV = 5 - 1 = 4

XL = 50 - 10 = 40

XC = 100 - 10 = 90

Penjumlahan, Jika bilangan romawi yang bernilai sama atau lebih kecil ditulis dibelakang bilangan romawi yang lebih besar ini artinya penjumlahan.

Dalam hal ini, penjumlahan hanya dapat dilakukan maksimal tiga kali.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut.

VI = 5 + 1 = 6

VII = 5 + 2 = 7

VIII = 5 + 3 = 8

XV = 10 + 5 = 15

LX = 50 + 10 = 60

Gabungan, Selain dengan menggunakan sistem pengurangan dan sistem penjumlahan, terdapat sistem lain yaitu gabungan antara sistem pengurangan dan sistem penjumlahan.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh di bawah ini.

XIV = 10 + (5 - 1) = 14

LIX = 50 + (10 - 1) = 50 + 9 = 59

CXLIV = 100 + (50 - 10) + (5 - 1) = 100 + 40 + 4 = 144

Sistem bilangan romawi memiliki keunikan tersendiri sehingga penulisannya memiliki aturan tertentu.

Penulisan dilakukan dengan metode pengulangan simbol.

Dalam penulisan angka romawi, pengulangan simbol paling banyak yaitu tiga kali.

Misalkan untuk bilangan 3 dapat dituliskan dengan III, bilangan 300 dengan CCC, dan lainnya.

Sedangkan untuk bilangan 4, 40, dan 400 dapat dituliskan dengan IV, XL, dan CD.

Operasi Angka Romawi

Beberapa operasi yang ada yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.

Untuk pernjumlahan dilakukan seperti penjumlahan biasa kemudian ganti bilangan hasil penjumlahan dengan representasi simbol dari angka romawi.

Misalnya:

XVII + XLIII = . . . .

Penjumlahan angka romawi di atas yaitu 17 + 43 = 60. Sehingga hasil penjumlahan dari XVII + XLIII adalah LX.

Sama dengan operasi penjumlahan, operasi pengurangan juga dilakukan dengan menghitung hasil pengurangan kemudian mengubahnya ke dalam bentuk angka romawi.

Misalnya:

XLVIII – XXII = . . . .

Pengurangan dilakukan dengan mengubahnya ke dalam angka desimal (biasa) menjadi 48 – 22 sehingga hasil pengurangannya yaitu 26 dalam angka romawi ditulis sebagai XXVI.

Berikutnya yaitu terkait operasi perkalian dan pembagian.

Contoh operasi perkalian yaitu perkalian XII dengan IX.

Perkalian tersebut merupakan perkalian bilangan 12 dengan 9. Diperoleh hasil perkalian 108, jika ditulis dalam bentuk angka romawi menjadi CVIII.

Contoh Soal

Berikut merupakan beberapa contoh soal untuk menguji kalian mengenai angka romawi.

1. Tuliskan angka romawi dari bilangan-bilangan di bawah ini.

239

1.342

2.019

Pembahasan

239

239 = 200 + 30 + 9

239 = CC + XXX + IX

239 = CCXXXIX

1.342

1.342 = 1.000 + 300 + 40 + 2

1.342 = M + CCC + XL + II

1.342 = MCCCXLII

2.019

2.019 = 2.000 + 10 + 9

2.019 = MM + X + IX

2.019 = MMXIX

Itulah penjelasan tentang apa itu bilangan romawi dan operasi bilangan romawi. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )

Baca apa itu lainnya

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved