PON Papua 2021

Kericuhan di Cabor Gulat PON XX Papua 2021, Gusti Randa Sampaikan Permohonan Maaf

Setelah sebelumnya kericuhan terjadi di cabor tinju, kali ini pada cabor gulat di Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua 2021 berujung ricuh.

HUMAS PB PON XX PAPUA
Ilustrasi penyerahan medali Final Cabor Gulat Gaya Bebas Putra Kelas 86 kg. Setelah sebelumnya kericuhan terjadi di cabor tinju, kali ini pada cabor gulat di Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua 2021 berujung ricuh. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Setelah sebelumnya kericuhan terjadi di cabor tinju, kali ini pada cabor gulat di Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua 2021 berujung ricuh.

Kericuhan terjadi saat pertandingan antara Papua vs Kalimantan Selatan di PON Papua 2021, Senin (11/10/2021).

Diduga, penyebab kericuhan berawal saat kontingen Papua melakukan protes atas keputusan wasit dan juri.

Diketahui pertandingan ini memperebutkan medali perak di kelas 74 kilogram.

Atas insiden tersebut, Gusti Randa selaku Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) memohon maaf.

Baca juga: Cerita Pesenam Lampung Umi Sri Haryani Raih 2 Emas PON Papua 2021, Tampil dengan Tangan Memar

Hal itu diungkapkan Gusti Randa saat ditemui awak media di GOR Hiad Sai Trikora Merauke, Senin, (11/10/2021).

"Pertama, saya atas nama PPGSI memohon maaf, bahwa tadi ada sedikit hambatan atau insiden ketika partai antara Kalimantan Selatan melawan Papua" ujarnya.

Gusti menilai persoalan ketidakpuasan dalam pertandingan, merupakan hal yang biasa.

"Kita harapkan masing-masing pihak dapat menerima maka pertandingan dilanjutkan."

"Meskipun ada catatan bagi PGSI pertandingan tersebut dimenangkan secara walk out, karena ada pihak yang tidak mau bertanding," lanjutnya.

Baca juga: Duet Denda-Umi Sumbang Emas Kedua Lampung di Senam Aerobik PON Papua 2021

"Dan yang melakukan walk out itu adalah kontingen Papua karena menganggap tidak menguntungkan dari sisi kontingen Papua" tambahnya.

Insiden tersebut, kata Gusti Randa, pihak kontingen Papua akan melanjutkan protes ke Badan Olahraga Republik Indonesia (BORI) untuk proses lebih lanjut.

"Saya kira ini adalah langkah yang tepat agar pertandingan tetap berjalan."

"Bagi yang belum puas bisa melanjutkan ke Badan Olahraga Republik Indonesis (BORI)," kata Gusti Randa.

Gusti Randa juga berterima kasih kepada panitia pelaksana, pihak keamanan dan Kapolres Merauke beserta jajarannya dan para penonton yang menjaga kericuhan tidak meluas dan berkepanjangan.

Bahkan pada akhirnya pertandingan dapat dilaksanakan sampai akhir perebutan juara satu dan dua.

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Pertandingan Cabor Gulat di PON Papua Ricuh, Gusti Randa Minta Maaf

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved