Breaking News:

Lampung Utara

2 Spesialis Curanmor di Lampung Utara Diringkus di Tulangbawang

Dua orang spesialis maling motor di parkiran yang meresahkan masyarakat di wilayah Kabupaten Lampung Utara diringkus.

Penulis: anung bayuardi | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi
Kedua tersangka. 2 Spesialis Curanmor di Lampung Utara Diringkus di Tulangbawang 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA - Dua orang spesialis maling motor di parkiran yang meresahkan masyarakat di wilayah Kabupaten Lampung Utara diringkus oleh Tim TEKAB 308 Sat Reskrim Polres Lampung Utara.

Candra Merika (25) dan Febri Pratama (23) warga Kecamatan Selagai Lingga Kabupaten Lampung Tengah, saat hendak ditangkap keduanya diberikan tindakan tegas terukur karena mencoba melawan petugas ketika dilakukan penangkapan pada Selasa 12 Oktober 2021.

Kasat Reskrim AKP Eko Rendi Oktama, mewakili Kapolres Lampung Utara AKBP Kurniawan Ismail, mengatakan keduanya ditangkap di tempat persembunyiannya di Desa Negara Tulang Bawang Kecamatan Bunga Mayang. 

Kemudian anggota melakukan penyidikan, sudah mencari keberadaaan keduanya yang masuk daftar pencarian orang dan video aksinya pun sempat viral di media sosial.

"Kedua pelaku merupakan sindikat spesialis pencuri sepeda motor dengan menggunakan kunci leter T.  Pelaku mengincar motor korbannya yang diparkir di tempat kos atau tempat perbelanjaan," kata Eko Rendi, Rabu (13/10/21).

Dari para pelaku polisi menyita barang bukti 12 sepeda motor berbagai jenis hasil curian, kunci leter T dan alat isap bong. 

Lanjut Eko Rendi, sindikat pencuri sepeda motor ini sudah beraksi di sekitar 10 lokasi pencurian di wilayah kabupaten Lampung Utara.

“Kami masih mengejar dua rekan tersangka lainnya yang sudah teridentifikasi,” ujarnya.

AKP Eko Rendi juga menyerukan bagi warga yang pernah merasa kehilangan, silahkan untuk datang memeriksa ke Mapolres dengan membawa surat surat kendaraan.

Kini mereka sudah berada di Mapolres Lampung Utara untuk proses umum lebih lanjut.

Terhadap kedua terduga pelaku pencurian dijerat Pasal 363 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. 

Sementara Sindikat pencuri ini mengincar motor korbannya yang diparkir di tempat kos atau tempat perbelanjaan.

“Saya ikut baru sekali karena butuh uang untuk bayar utang yang saya pinjam waktu saya mau ke Jawa,” aku Chandra, Selasa siang sambil merintih menahan sakit di kakinya.

(Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved