Berita Terkini Artis

Curhat Sedih Tamara Bleszynski, Mengaku Laporannya Soal Dugaan Penipuan Ditolak Polisi

Curhat sedih Tamara Bleszynski, mengaku laporannya soal dugaan penipuan ditolak polisi, bingung harus cari keadilan ke mana lagi.

Tayang:
TRIBUNNEWS.COM/JEPRIMA
Ilustrasi Tamara Bleszynski. Curhat sedih Tamara Bleszynski, mengaku laporannya soal dugaan penipuan ditolak polisi, bingung harus cari keadilan ke mana lagi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Curhat sedih Tamara Bleszynski, mengaku laporannya soal dugaan penipuan ditolak polisi, bingung harus cari keadilan ke mana lagi.

Diketahui sebelumnya, Tamara Bleszynski membuat laporan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri pada Selasa (12/10/2021) tapi ditolak.

Kuasa hukum Tamara, Djohansyah mengatakan, laporan kliennya belum diterima karena diminta untuk menyiapkan dokumen-dokumen yang menguatkan bukti tindak pidana.

"Pihak penyidik masih meminta kami untuk memenuhi beberapa dokumen. Jadi, kita mesti sedikit lagi kerja," kata Djohansyah dikutip dari Kompas.com, Rabu (13/10).

Seakan kecewa dengan laporannya yang ditolak, Tamara Bleszynski mencurahkan isi hatinya melalui media sosial Instagram.

Baca juga: Aura Kasih Siap Nikah Lagi, Kini Sedang Cari Pasangan Baru

Perempuan 46 tahun itu menyayangkan karena laporannya ditolak. Ia lantas menuntut keadilan.

"Kemana lagi aku harus keadilan jika sumbernya saja begini begitu," tulis Tamara Bleszynski.

Dalam unggahannya yang lain, Tamara juga menjelaskan jika selama ini ia sudah tidak punya apa-apa lagi.

"Duka dan luka ini mendalam. Belasan tahun aku menderita, ku meminta bantuan hanya untuk didengar."

"Tapi penolakan yang kudapat. Tidak kah kamu punya hati? Tidak kah kamu punya rasa kemanusiaan, paling tidak untuk menerima pengaduan seorang korban," tulis Tamara.

Baca juga: Kakek Suhud Menghilang Usai Bertemu Baim Wong, Anak Tertua Ungkap Soal Uang Donasi

"Aku memang bukan siapa2 sekarang, hanya seorang ibu yang punya warung, hartaku tidaklah banyak."

"Aku hanyalah seorang ibu yang berjuang untuk menafkahkan anaknya dan aku adalah korban ketidakadilan yg luka dan menderita," tambahnya.

Menurut penuturan Djohansyah, Tamara Bleszynski merugi puluhan miliar rupiah karena penipuan terkait bisnis.

Pemeran 'Air Terjun Pengantin' itu mengaku sudah menderita selama belasan tahun.

Namun, kata Tamara, saat ini ia tidak sekadar menuntut hartanya, namun juga ingin mencari keadilan.

"Aku bukan mencari harta, aku hanya ingin mencari keadilan," pungkasnya.

Terlihat Tak Tenang

Ketika memberikan penjelasan di hadapan awak media pun Tamara Bleszynski terlihat tidak tenang.

Tangannya terus saling menggenggam menahan sedih.

"Saya belum bisa ngomong banyak karena saya tidak bisa mendahului ini (polisi)," kata Tamara Bleszynski dengan nada suara bergetar di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/10/2021).

"Saya berdoa mudah-mudahan ada keadilan buat saya dan orang lain yang terlibat," ucapnya manahan tangis.

Djohansyah sebagai kuasa hukum dari Tamara mengatakan bahwa pihaknya sempat berdiskusi dengan penyidik Mabes Polri.

Namun penyidik meminta agar Tamara dan tim kuasa hukumnya melengkapi dokumen untuk membuat laporan.

"Tadi kita abis diskusi dengan penyidik dari bareskrim untuk kasus tindak pidana yang dilakukan pihak lain kepada Tamara."

"Penyidik masih menunggu kami memenuhi dokumen terkait," kata Djohansyah.

"Kerugiannya belasan miliar ya," beber Tamara.

Sekiranya 4 jam Tamara Bleszynski bertemu dengan penyidik Bareskrim Mabes Polri terkait dugaan tindak penipuan yang ia alami.

Cari Keadilan

Tamara Bleszynski diduga mengalami tindak penipuan dalam urusan bisnis yang membuatnya rugi belasan miliar rupiah.

Djohansyah sebagai kuasa hukum Tamara mengatakan bahwa kliennya itu sedang berupaya mencari keadilan lewat aduan di Bareskrim Polri.

"Ya jadi kasus dugaan tindak pidana yang dilakukan pihak lain kepada Tamara. Ya terkait bisnis," terang Djohansyah di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/10/2021).

Sayangnya Djohansyah dan Tamara sama-sama belum bisa memberikan kronologi terkiat kasus tersebut.

Pihaknya masih menunggu laporan terkait dugaan tindak penipuan itu diterima oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri.

"Kronologinya belum bisa dijelaskan karena ini mendahului laporan kita," tutur Djohansyah.

"Jadi tolong kawan-kawan membantu untuk kita harus memenuhi laporan."

"Kita nanti akan diarahkan setelah laporannya jelas," jelasnya.

Tamara sempat menangis ketika mengungkapkan isi hatinya yang butuh keadilan dalam perkara kali ini. 

Ia tak bisa banyak bicara sebab tiap kali berbicara suaranya terdengar bergetar seolah menahan tangis.

Tak Bisa Berbuat Apa-apa

Tamara Bleszynski menangis saat menceritakan soal kerugian belasan miliar rupiah dalam urusan bisnis, yang dialaminya.

Suaranya bergetar ketika mengaku bahwa selama belasan tahun ia harus menderita akibat masalah yang dihadapinnya saat ini.

Ibu dari Teuku Rasya itu pun mempertanyakan keadilan dalam masalah yang ia hadapi selama belasan tahun.

"Saya sampai tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menanyakan keadilan, dan gimana hukumnya," kata Tamara Bleszynski di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/10/2021).

"Saya sudah belasan tahun menderita, saya sedih sekali," lanjutnya dengan nada suara bergetar.

Tamara sudah hampir putus asa karena merasa ada tindak penipuan yang ia alami dalam bisnisnya.

Ia pun meminta bantuan kepada negara lewat Mabes Polri untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Sayangnya laporan Tamara belum diterima karena masih ada beberapa berkas yang harus dilengkapi kembali.

"Saya tidak ada jalan lain selain minta bantuan kepada negara," ungkapnya.

Ditemani kuasa hukumnya, Tamara Blezynski tiba di Mabes Polri sekira pukul 13.04 WIB.

Selama empat ia melakukan diskusi dengan penyidik soal masalahnya.

Ucapan Terima Kasih

Tamara berharap dirinya bisa mendapatkan keadilan atas kejadian nahas yang menimpanya itu.

"Saya mau berterima kasih kepada semua teman-teman, kepada keluarga saya juga."

"Berdoa, semoga saya bisa mendapatkan keadilan," kata Tamara Bleszynski sambil menangis di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (12/10/2021). 

Wanita 46 tahun itu tidak mau mendahului laporannya yang belum dilakukan.

Sebab, ia kurang membawa bukti yang lengkap saat bertemu penyidik. 

"Saya belum bisa ngomong banyak karena saya tidak bisa mendahului. Saya hanya mohon doanya," ucap wanita bernama lengkap Tamara Natalia Christina Mayawati Błeszyński itu. 

"Mudah-mudahan ada keadilan bagi saya, dan juga orang orang lain yang terlibat di dalamnya," tambah mantan istri Mike Lewis tersebut. 

Wanita kelahiran Bandung, 25 Desember 1974 itu tidak bisa berbuat banyak atas tindak pidana yang ia alami, selain mengadukannya ke pihak yang berwajib. 

"Saya sudah sampai tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menanyakan keadilan. Gimana hukumnya gitu loh? Saya sedih sekali," ungkapnya seraya menangis. 

Tamara Bleszynski berharap Bareskrim Mabes Polri membantu menyelesaikan masalannya, atas kerugian yang diklaim mencapai belasan Miliar rupiah itu.

"Mungkin tidak ada jalan lain selain menanyakan pada negara. Mudah-mudahan, bantu doa ya."

"Semoga keadilan berpihak pada saya," ujar Tamara Bleszynski.

Artikel ini telah tayang di Kompas.tv  dengan judul Laporan ke Polisi Ditolak, Tamara Bleszynski: Kemana Lagi Aku Cari Keadilan

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved