Breaking News:

Pringsewu

Kisah Janda di Pringsewu Lampung, Dulu Bayar Rp 1,7 Juta, Kini Meteran Listrik Dicabut PLN

Ia pun bingung karena KwH yang dipasang di rumahnya itu ternyata atas nama orang lain, yakni Poniem, warga Sukoharjo IV.

Tribunlampung.co.id / Robertus Didik
Satiem (70), warga Pekon Panggungrejo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, menunjukkan meteran listrik yang dicabut petugas PLN, Selasa (19/10/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Sejumlah warga Pekon Panggungrejo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Lampung bingung dengan kebijakan PLN memutus sambungan listrik.

Alasannya, nama yang terpasang di KwH meter tidak sesuai dengan nama pemilik rumah.

Seperti yang dialami seorang janda dua anak di Pekon Panggungrejo, Pringsewu, bernama Satiem (70).

Untuk memasang kembali KwH meter, Satiem diminta membayar sebesar Rp 1.331.000.

Baca juga: Sambut Insentif PPnBM, PLN Siapkan Infrastruktur hingga Diskon Tarif Isi Daya Mobil Listrik

Perempuan yang kesehariannya menjual sapu lidi ini mengaku tak sanggup membayarnya.

Padahal, kata dia, petugas PLN yang memasang meteran listrik di rumahnya pada 2013 silam.

Ia pun bingung karena KwH yang dipasang di rumahnya itu ternyata atas nama orang lain, yakni Poniem, warga Sukoharjo IV.

"Dulu masang listrik bayar Rp 1.700.000, sekarang masa suruh bayar lagi," kata Satiem, Selasa (19/10/2021).

Padahal, setiap harinya Satiem hanya menggunakan listrik untuk menyalakan lampu.

Baca juga: BUMDes Wonomarto Buka Layanan Pembayaran Pajak hingga Listrik

Hal sama dialami David, tetangga Satiem.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved