Breaking News:

Lampung Utara

Diduga Korupsi Dana Desa di Lampung Utara, Polisi Tahan Kades Gunung Besar

Kasus penyelewangan Dana Desa (DD) terus terjadi. Kali ini seorang oknum Kepala Desa di Kabupaten Lampug Utara terjerat kasus penyelewengan DD.

Editor: Dedi Sutomo
Grafis Tribunlampung.co.id/Dodi
Ilustrasi - Oknum Kades Gunung Besar Lampung Utara Dibui Diduga Korupsi Dana Desa 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA – Kasus penyelewangan Dana Desa (DD) terus terjadi. Kali ini seorang oknum Kepala Desa di Kabupaten Lampug Utara terjerat kasus penyelewengan DD.

Polres Lampung Utara menahan Pahrudin (41), okenum Kades Desa Gunung Besar Kecamatan Abung Tengah.

Ia ditahan karena diduga melakukan tindak pidana korupsi penyelewengan DD di tahun 2018 lalu.

Pahrudin pun telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Lampung Utara.

Kasat Reskrim AKP Eko Rendi Oktama, membenarkan penahanan tersebut.

Baca juga: Oknum Kades Gunung Besar Lampung Utara Dibui Diduga Korupsi Dana Desa

Menurut Eko, tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam proses pembelian lahan/tanah pasar menggunakan DD pada TA 2018 lalu.

Dimana dalam kasus tersebut, menimbulkan kerugian keuangan negara mencapai Rp 280 juta.

“Tersangka diduga melakukan korupsi dengan secara melawan hukum yang menguntungkan diri sendiri atau orang lain, serta menyalahgunakan kewenangan,” kata Eko didampingi oleh Kanit Tipikor Ipda Reza Prasetia, Rabu 20 Oktober 2021.

Lebih lanjut,kata dia, tersangka akan dilakukan penahanan untuk20 hari kedepan di Rutan Polres Lampung Utara guna proses penyidikan lebih lanjut.

Menurut Dia, pihaknya sudah mengamankan barang bukti diantaranya kwitansi, pemeriksaan perangkat desa, serta saksi-saksi lainnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan berkala, dilakukan gelar perkara, oknum tersebut diduga melakukan tindak korupsi dana desa

“Tersangka disangkakan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Th 1999 sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 Th 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman penjara minimal 4 tahun dan paling lama 20 tahun,” paparnya. (Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved