Kesehatan

Halo Dokter, Apa Itu Sesak Napas dan Bedanya dengan Asma

Banyak yang mengira sesak napas sama dengan asma. Padahal keduanya berbeda. Lalu, apa itu sesak napas?

Penulis: Virginia Swastika | Editor: Kiki Novilia
Kompas.com
Ilustrasi sesak napas. Halo Dokter, Apa Itu Sesak Napas dan Bedanya dengan Asma. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Sesak napas seringkali diartikan sebagai asma meski keduanya berbeda. Lalu, apa itu sesak napas?

Sesak napas merupakan kondisi ketika paru-paru mengalami kekurangan pasokan udara, sehingga menyebabkan kesulitan bernapas.

Dalam proses pernapasan, beberapa organ yang terlibat adalah paru-paru, diafragma, otot di dinding dada, pusat pernapasan di otak, jaringan saraf, molekul pensinyalan impuls saraf, serta sejumlah reseptor kimia dan mekanis di otak, dan pembuluh darah.

Sesak napas juga merupakan sinyal yang memperingatkan tubuh akan kondisi medis yang terjadi.

Singkatnya, kondisi ini merupakan tanda-tanda akan suatu penyakit yang menyerang tubuh manusia.

Baca juga: Halo Dokter, Gejala Cacingan pada Anak

Sesak napas diketahui dapat terjadi secara mendadak dan dalam jangka waktu yang singkat (akut) maupun panjang dan berulang (kronis).

Jika tidak ditangani dengan tepat, sesak napas bisa menyebabkan terjadinya komplikasi serius.

Misalnya menjadi tanda kondisi medis seperti gangguan pada paru-paru, asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), kanker paru-paru, dan lainnya.

Penyebab sesak napas

Saat sesak napas terjadi, kondisi ini bisa dialami oleh penderita dengan waktu yang berbeda-beda.

Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Cacingan dan Apa Dampaknya Pada Anak

Ada yang mengalaminya dalam hitungan menit, tetapi ada juga yang lebih parah.

Kondisi ini pun dapat disebabkan oleh beragam faktor. Berikut beberapa penyebab sesak napas.

1. Asma

2. Keracunan karbon monoksida atau asap sisa pembakaran tidak sempurna.

3. Tamponade jantung atau kelebihancairan di sekitar jantung.

4. Hernia hiatus.

5. Gagal jantung.

6. Tekanan darah rendah atau hipotensi.

7. Pneumonia atau adanya infeksi paru.

Namun, sesak napas juga bisa diakibatkan masalah kronis.

Pada kasus yang serius, rasa dari sesak napas akan terasa seperti tercekik.

Berikut beberapa penyebab sesak napas kronis:

1. Asma.

2. PPOK.

3. Disfungsi jantung.

4. Penyakit paru interstisial.

5. Obesitas.

Selain itu, kondisi kesehatan lain juga bisa memengaruhi terjadinya sesak napas.

Beberapa kondisi kesehatan tersebut di antaranya:

1. Masalah paru-paru.

2. Croup atau infeksi virus menular pada saluran napas atas.

3. Kanker paru-paru.

4. Pleurisy atau radang membran pada rongga dada.

5. Edema paru atau kelebihan cairan di paru-paru.

6. Tuberkulosis (TBC).

7. Gagal jantung.

8. Tersedak, dan lain-lain.

Faktor risiko sesak napas

Sesak napas merupakan kondisi yang dapat menyerang siapa saja.

Tak peduli anak-anak ataupun orang dewasa, semuanya mendapatkan kemungkinan yang sama untuk mengalami sesak napas.

Akan tetapi, terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya sesak napas, antara lain:

1. Obesitas

2. Terlalu kurus

3. Menderita penyakit yang melemahkan otot, seperti myasthenia gravis atau distrofi otot

4. Menderita anemia

5. Merokok

6. Bekerja di lingkungan yang penuh polusi atau debu

7. Berada di dataran tinggi

Gejala sesak napas

Adapun beberapa gejala sesak napas yang umum terjadi, di antaranya:

1. Sensasi dada seperti terikat atau tidak bisa bergerak bebas.

2. Perasaan seperti perlu menarik napas lebih banyak atau lebih cepat.

3. Tubuh merasa tidak cukup mendapatkan udara.

4. Sulit menarik napas yang dalam.

Ketika tubuh mengalami sesak napas yang disertai dengan gejala berikut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

1. Dada terasa penuh selama lebih dari 30 menit.

2. Nyeri di bagian dada

3. Pembengkakan kaki dan pergelangan kaki

4. Batuk dan demam

5. Mengi saat menarik dan mengembuskan napas.

6. Kebiruan pada bibir dan kuku

7. Sesak memburuk saat berbaring

8. Mual

9. Pingsan

Pertolongan pertama

Dalam membantu penangananya, penderita sesak napas dapat diberikan pertolongan pertama berupa:

1. Dibawa ke tempat yang tenang.

2. Dibiarkan setengah duduk dan dalam keadaan sadar.

3. Kompres dada menggunakan air hangat.

4. Melonggarkan pakaian untuk mengurangi rasa sesak.

Cara mengatasi sesak napas

Penanganan atau pengobatan sesak napas ditujukan untuk meredakan gejala yang terjadi.

Selain itu difungsikan untuk mengatasi penyebabnya.

Terdapat beberapa metode atau cara mengatasi sesak napas, antara lain:

1. Pemberian alat bantuan pernapasan seperti inhaler atau bronkodilator.

2. Mengonsumsi antibiotik untuk sesak napas akibat gangguan paru, seperti bronkitis kronis atau pneumonia.

3. Pemberian suplemen darah untuk sesak napas akibat anemia.

4. Pemasangan chest tube atau selang khusus di dada untuk sesak napas akibat trauma.

5. Pemberian oksigen tambahan.

6. Melakukan pernapasan melalui diafragma dan bibir mengatup.

7. Berhenti merokok.

8. Rutin berolahraga.

9. Konsumsi makanan dengan gizi yang seimbang.

Di samping itu, segeralah berkonsultasi dengan dokter saat merasakan ketidaknyamanan saat bernapas agar sesak napas dapat segera tertangani dengan tepat dan sesegera mungkin.

Baca juga: Halo Dokter, Apa Penyebab Bisul

Pasalnya semakin segera sesak napas ditangani, masalah kesehatan lainnya pun bisa segera dicegah. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )

Baca apa itu penyakit lainnya

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved