Bandar Lampung
Duka Keluarga Korban Hanyut di Sungai Way Besai Way Kanan, Almarhum Tri Sosok Suka Menolong
Tak ada kata-kata yang mampu diungkapkan keluarga atas kepergian Tri yang begitu mendadak.
“Dia (Tri Purwanto) sosok pejabat yang patuh dengan pimpinan,” ujarnya.
Syarpani menuturkan, sebelum peristiwa tenggelam itu, ia sempat mengobrol dengan Tri.
Cerita-cerita soal pekerjaan dan keluarga.
“Saya tidak punya firasat apa-apa,” ujarnya.
Kejadian ini bermula saat korban bersama sejumlah rekan dan keluarga berpiknik di Jembatan Gantung Dusun Banjarsari, Baradatu.
Di tempat tersebut, mereka mandi di tepi sungai di bawah jembatan gantung.
Kemudian dua orang korban yaitu Ibrahim Haniva Al Jauzi (12) dan Abdurahman Farih Albarka (8), hanyut terbawa arus saat mengejar ban.
Ibu korban lantas berteriak melihat anaknya hanyut.
Tri bersama rekannya Vijaj (25) berusaha menolong keduanya.
Namun mereka juga ikut terbawa arus yang deras. Vijaj berhasil selamat.
Sementara Tri, Ibrahim, dan Abdurahman hilang terbawa arus sungai.
Tim SAR Gabungan lantas mencari ketiga korban.
Korban pertama yang ditemukan yakni Abdurahman.
Namun ia ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia, Rabu sore.
Tim kembali melakukan pencarian sampai malam hari.