Apa Itu
Apa Itu Imitasi
Proses imitasi sering terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. Namun, apa itu imitasi?
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Kiki Novilia
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Faktor yang menyebabkan terjadinya suatu proses interaksi sosial juga dipengaruhi oleh imitasi. Lantas, apa itu imitasi?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), imitasi adalah tiruan atau bukan asli.
Sementara dikutip dari Kompas.com, imitasi adalah proses seseorang mencontoh orang lain atau kelompok.
Menurut Gabriel Tarde (2003: 66), imitasi berasal dari kata imitation, yang berarti peniruan.
Dengan kata lain, proses imitasi tak dapat terjadi dengan sendirinya.
Baca juga: Apa Itu Bukan Penduduk
Hal yang ditiru juga bisa berupa perilaku, gaya hidup, penampilan, dan masih banyak lagi.
Contohnya, seorang anak perempuan bermain masak-masakan dengan peralatan masak mainan, hasil dari melihat ibunya memasak di dapur.
Tahapan imitasi
Dirangkum dari bebarapa sumber, terdapat beberapa tahapan sebelum akhirnya seseorang memutuskan untuk melakukan proses imitasi.
Berikut ini tahapan imitasi:
Baca juga: Apa Itu NKRI, Berikut Penjelasannya
1. Perhatian
Fase ini menunjukkan bahwa seseorang akan terlebih dahulu memerhatikan hal yang ingin ditirunya.
2. Retensi
Hal-hal yang telah diperhatikan pada tahap perhatian, kemudian diingat dan disimpan di dalam memori.
Umumnya, informasi yang menarik yang akan diingat seseorang dari obyek yang ditiru.
3. Pembentukan perilaku
Setelah diingat, tahapan imitasi selanjutnya adalah pembentukan perilaku.
Dalam hal ini, orang tersebut akan berusaha membangun tindakan atau perilaku baru dari obyek yang ingin ditiru olehnya.
4. Motivasi
Dalam mendukung proses imitasi menjadi lebih maksimal, perlu adanya motivasi.
Hal ini berfungsi dalam memertahankan konsistensi perilaku seseorang.
Dampak imitasi
Proses imitasi dapat memberikan dua jenis dampak dalam kehidupan.
Di antaranya dampak positif dan dampak negatif.
Dalam hal positif, imitasi bisa menjadikan kondisi masyarakat yang teratur serta stabil.
Misalnya, mengikuti gaya hidup pola sehat seorang publik figur akan membuat kondisi kesehatan yang menirunya juga berdampak baik.
Sayangnya, imitasi juga bisa berdampak buruk. Prosesnya bisa menyebabkan seseorang akan menentang nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarakat.
Sebagai contoh, anak-anak meniru adegan berbahaya yang ditontonnya di televisi.
Selain itu, dampak imitasi juga bisa membuat seseorang merasa kurang percaya diri.
Simak juga penjelasan tentang apa itu interaksi sosial.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memaknai interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis antara perseorangan dan perseorangan, antara perseorangan dan kelompok, dan antara kelompok dan kelompok.
Sedangkan menurut Hubert Bonner dalam Social Psychology (1953), interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua individu atau lebih.
Hal serupa juga dikatakan Gillin dan Gillin. Mereka menyebutkan bahwa pengertian interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis dan menyangkut hubungan antara perorangan, kelompok, maupun gabungan keduanya.
Sementara menurut sosolog asal Indonesia, Soerjono Soekanto disebutkan interaksi sosial adalah sebuah proses sosial yang memiliki hubungan dengan berbagai cara untuk membangun sistem dalam hubungan sosial.
Menurut teori interaksi sosial, perilaku masyarakat ditentukan oleh tekanan pada lingkungan sekitarnya, termasuk kelompok sosial.
Georg Simmel, sosiolog dan filsuf asal Jerman mengatakan bahwa masyarakat muncul berkat adanya interaksi sosial kemudian membentuk kesatuan dalam jangka pendek maupun panjang.
Melalui interaksi yang bersifat timbal balik itu, individu akan saling berhubungan dan memengaruhi satu sama lain.
Adapun ciri-ciri interaksi sosial, antara lain:
1. Melibatkan lebih dari satu orang.
2. Adanya komunikasi antara pelaku dengan cara kontak sosial.
3. Maksud dan tujuan yang ditentukan jelas.
4. Terdapat dimensi waktu (masa lalu, masa kini dan masa akan datang).
Jenis-Jenis interaksi sosial
Gillin dan Gillin menjelaskan ada tiga jenis interaksi sosial, yaitu:
1. Interaksi antara individu dengan individu
Interaksi ini terjadi saat dua individu bertemu, baik ada tindakan maupun tidak.
Individu sadar ada pihak lain yang menimbulkan perubahan pada diri individu tersebut akibat faktor-faktor tertentu.
2. Interaksi antara individu dengan kelompok
Interaksi ini berbeda-beda sesuai keadaan terlihat mencolok saat terjadi benturan antara kepentingan perorangan dengan kepentingan kelompok.
3. Interaksi antara kelompok dan kelompok
Kelompok merupakan satu-kesatuan, bukan pribadi.
Syarat terjadinya interaksi sosial
Soerjono Soekanto mengemukakan syarat terjadinya interaksi sosial ada dua yaitu kontak sosial dan komunikasi. Berikut ini penjelasannya:
1. Kontak sosial
Kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk yaitu antarorang, antara perorangan dengan kelompok, serta antara kelompok dengan kelompok.
Kontak sosial bisa bersifat positif atau negatif. Kontak sosial positif adalah kontak sosial yang mengarah pada kerjasama.
Kontak sosial negatif mengarah pada pertentangan atau bahkan sama sekali tidak menghasilkan kontak sosial. Contohnya, kompetisi atau persaingan.
Syarat pertama terjadinya interaksi sosial ini juga dapat bersifat primer atau sekunder.
Kontak primer terjadi bila yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan berhadapan muka. Sedangkan kontak sekunder memerlukan perantara.
2. Komunikasi
Komunikasi adalah proses penyampaian informasi (pesan, ide, dan gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain untuk saling memengaruhi.
Proses komunikasi dapat terjadi dengan dua cara, yaitu komunikasi verbal (bentuk komunikasi secara lisan dan tulisan) dan komunikasi nonverbal (bentuk komunikasi memakai simbol-simbol).
Faktor-faktor yang memengaruhi interaksi sosial
Beberapa faktor yang dapat memengaruhi interaksi sosial adalah:
Imitasi dapat mendorong individu atau kelompok untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan yang baik.
Sugesti dapat terjadi bila individu yang memberikan pandangan tersebut adalah orang berwibawa atau karena sifatnya otoriter.
Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identik (sama) dengan orang lain, secara lahiriah maupun batiniah.
Simpati adalah bentuk interaksi yang melibatkan ketertarikan individu terhadap individu lainnya.
Dorongan utama simpati adalah keinginan memahami pihak lain dan bekerja sama.
Empati adalah perasaan yang menempatkan diri seolah berada di posisi seseorang atau kelompok tertentu yang sedang mengalami suatu perasaan tertentu.
Motivasi adalah semangat atau dorongan yang diberikan kepada individu ke individu atau kelompok ke kelompok, maupun antara individu dengan kelompok.
Baca juga: Apa Itu Protagonis, Karakter Tokoh yang Kerap Mucul dalam Karya Sastra
Itulah rangkuman penjelasan tentang apa itu imitasi. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/apa-itu-imitasi.jpg)