Daun Pepaya

Manfaat Daun Pepaya, Solusi Obat Stres Ikan Lele

Ternyata manfaat daun pepaya juga bisa jadi obat stres ikan lele. Berikut penjelasannya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Kiki Novilia
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Ilustrasi daun pepaya.Manfaat Daun Pepaya Bisa Jadi Obat Stres Ikan Lele 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Khasiat atau manfaat daun pepaya tak hanya terbatas pada kesehatan manusia, tetapi juga hewan. Satu di antaranya ikan lele.

Sebab, daun pepaya bisa menjadi obat stres ikan lele.

Biasanya, lele stres karena adanya perubahan pH air yang terjadi di kolam.

Hal ini dapat terjadi pada kolam ikan yang berada di ruang terbuka.

Saat lele mengalami kecemasan, hewan tersebut ѕеrіng nаіk kе atas.

Baca juga: Manfaat Daun Pepaya, Ampuh Merangsang Nafsu Makan

Namun ternyata manfaat daun pepaya bisa mengantisipasi permasalahan tersebut.

Dirangkum dari beberapa sumber, hal tersebut dapat terjadi karena di dalam daun pepaya terdapat banyak kandungan senyawa termasuk vitamin di dalamnya.

Dalam mendukung budidaya lele, khususnya jadi obat stres ikan lele, daun tersebut bisa dirajang halus hingga mengeluarkan air kemudian ditebarkan di dalam kolam.

Simak juga manfaat daun pepaya lainnya.

1. Atasi infeksi bakteri pada ikan mas koki

Baca juga: Manfaat Daun Pepaya, Jagonya Memperlambat Tanda Penuaan

Dalam budidaya ikan, tantangan yang sering dihadapi para petambak adalah terkait penyakit.

Umumnya, penyakit yang kerap terjadi pada budidaya ikan tawar ini adalah infeksi bakteri Aeromonas hydrophillia.

Persebaran bakteri ini begitu luas, namun biasanya mewabah di Asia Tenggara.

Bakteri ini diketahui memiliki sifat parasit dan bisa menyebabkan kematian massal dengan tingkatan yang sangat tinggi, yakni 100 persen.

Bahkan, penyakit ini bisa menyerang semua umur dan hampir semua komoditas ikan di Indonesia.

Infeksi bakteri Aeromonas hydrophillia ini bisa terjadi akibat perubahan kondisi lingkungan, stres, serta perubahan temperatur air yang telah terkontaminasi dengan bakteri.

Kabata dalam Haryani dkk (2012:2) membeberkan terkait penularan bakteri ini dalam jurnalnya yang berjudul "Uji Efektivitas Daun Pepaya (Carica papaya) untuk Pengobatan Infeksi Bakteri Aeromonas hydrophillia pada Ikan Mas Koki".

Menurutnya, penularan bakteri Aeromonas hydrophillia ini sangat cepat dan terjadi melalui perantara air, kontak bagian tubuh ikan, atau juga peralatan budidaya yang terkena bakteri.

Dalam penelitian Haryani, ditemukan bahwa larutan daun pepaya bisa membantu pengobatan infeksi bakteri Aeromonas hydrophillia, khususnya luka pada ikan mas koki.

Khasiat atau manfaat daun pepaya tersebut dapat terjadi berkat adanya kandungan senyawa saponin. Senyawa ini dipercaya mampu membentuk kolagen yang penting dalam proses penyembuhan luka.

2. Atasi hama ulat grayak pada tumbuhan

Ulat grayak ini termasuk hama yang sangat merugikan bagi petani.

Hama ini dilaporkan dapat menyerang lebih dari 200 spesies tanaman, mulai dari tanaman cabai, kubis, padi, jagung, tomat, buncis, tembakau, terung, kentang, hingga kacang tanah dan kacang kedelai.

Dalam penelitian Potensi Daun Pepaya Carica pubescens dan Pengaruhnya terhadap Serangga Hama karangan Sofia Ery Rahayu dkk (2019) menemukan bahwa daun pepaya bisa atasi serangan hama, khususnya ulat grayak.

Daun pepaya yang digunakan pun adalah jenis daun pepaya gunung yang diolah menjadi ekstrak.

Meskipun penyebarannya masih terbatas, namun manfaat daun pepaya ini masih tetap bisa didapatkan.

Sebab, tanaman ini tumbuh di beberapa wilayah di Indonesia, contohnya di Malang.

Berdasarkan hasil uji coba, kemampuan daun pepaya gunung dalam mengatasi serangan hama disebabkan karena adanya kandungan senyawa aktif, seperti alkaloid dan flavonoid.

Kedua senyawa tersebut dipercaya mampu memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hama ulat grayak melalui makanannya.

Alhasil, beberapa ulat grayak yang terpapar ekstrak daun pepaya gunung berhasil dibasmi.

Tak hanya itu, khasiat daun pepaya gunung ini juga bisa menyebabkan ulat grayak mengagalkan pertumbuhannya.

3. Kendalikan hama ulat pada sawi hijau

Sawi hijau adalah satu di antara sayuran yang mudah untuk dibudidayakan.

Akan tetapi, pertumbuhannya itu terkadang mendapatkan kendala berupa serangan hama ulat.

Bukannya bertumbuh, ulat akan membuat daging dari daun sawi hijau habis dimakan dan hanya menyisakan tulang daun.

Biasanya kerusakan yang dibuat ini akan menyebabkan adanya bercak putih pada sawi dan membuat daun berlubang.

Dalam mengendalikan hama, maka dibutuhkan perhatian khusus berupa pemberian pestisida alami agar tidak mencemari lingkungan.

Satu di antara tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai pestisida alami adalah daun pepaya.

Meski jarang daun pepaya jarang digunakan sebagai pestisida oleh para petani, tetapi daun ini ternyata bisa mengendalikan hama ulat pada sawi hijau.

Khasiat atau manfaat daun pepaya tersebut ditemukan dalam riset berjudul 'Ekstrak Daun Pepaya sebagai Biopestisida Hama Ulat pada Tanaman Sawi Hijau' karya Anik Sukrisni (2018).

Hasil riset menunjukkan bahwa daun pepaya efektif dalam mengendalikan hama ulat perusak daun pada tanaman sawi hijau.

Bahkan dengan menggunakan ekstrak daun pepaya berkonsentrasi 100 persen bisa menyebabkan kematian hama lebih banyak.

Kemampuan dalam memberikan manfaat tersebut rupanya terjadi berkat banyaknya senyawa kimia yang ada di dalam daun pepaya.

Mulai dari alkaloid, karbohidrat, saponin, glikaosida, protein dan asam amino, phytosterol, senyawa fenolik, flavonoid, terpenoid, serta tanin.

Baca juga: Khasiat Daun Pepaya, Mampu Menjaga Kesehatan Hati

Kebermanfaatan daun pepaya itu juga semakin efektif karena adanya enzim protease papain dan kimopapain yang berperan sebagai racun bagi serangga pemakan tumbuhan. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved