Apa Itu

Apa Itu Kalimat Imperatif

Meski terdengar asing di telinga, ternyata kalimat ini sudah sering digunakan dalam keseharian. Lantas, apa itu kalimat imperatif?

Penulis: Virginia Swastika | Editor: Kiki Novilia
Pixabay/Sophie Janotta
Ilustrasi Apa Itu Kalimat Imperatif 

Dilansir dari Buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat, Anton M. Moeliono, dkk (2017), kalimat imperatif dapat dibagi menjadi enam golongan, yakni:

1. Perintah atau suruhan biasa jika pembicara menyuruh lawan bicaranya melakukan sesuatu.

2. Perintah halus jika pembicara tampaknya tidak memerintah lagi, tetapi menyuruh atau mempersilakan lawan bicara bersedia melakukan sesuatu.

3. Permohonan jika pembicara, demi kepentingannya, meminta lawan bicara melakukan sesuatu.

4. Ajakan dan harapan jika pembicara mengajak atau berharap lawan bicara melakukan sesuatu.

5. Larangan atau perintah negatif, jika pembicara meminta lawan bicara untuk tidak melakukan sesuatu.

6. Pembiaran jika pembicara meminta lawan bicara untuk membiarkan sesuatu terjadi atau berlangsung.

Kalimat imperatif memiliki ciri-ciri formal, seperti berikut:

1. Intonasi yang ditandai nada rendah pada akhir tuturan.

2. Pemakaian partikel penegas, penghalus, dan kata tugas ajakan, harapan, permohonan, atau larangan.

3. Susunan inversi sehingga urutannya menjadi predikat subjek.

4. Pelaku tindakan tidak selalu terungkap.

Adapun contoh kalimat imperatif, antara lain:

1. Menyeberanglah dengan hati-hati.

2. Perbaikilah sepeda mini itu!

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved