Apa Itu
Apa Itu Kalimat Imperatif
Meski terdengar asing di telinga, ternyata kalimat ini sudah sering digunakan dalam keseharian. Lantas, apa itu kalimat imperatif?
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Kiki Novilia
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pengaplikasian kalimat imperatif dalam kehidupan sehari-hari bukanlah hal yang baru. Lantas apa itu kalimat imperatif?
Kalimat ini disebut juga sebagai kalimat perintah.
Secara umum, kalimat imperatif adalah kalimat yang artinya memberi perintah untuk melakukan sesuatu, bisa berbentuk tulisan maupun verbal.
Menulis petunjuk adalah ketentuan yang memberikan petunjuk atau petunjuk tentang cara melakukan sesuatu.
Misalnya, petunjuk penggunaan, petunjuk pelaksanaan, petunjuk penggunaan dan buku petunjuk penggunaan.
Baca juga: Apa Itu Lingkaran dan Rumusnya
Kalimat ini berada pada bungkus makanan instan, obat- obatan, dan kemasan barang.
Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), imperatif adalah bersifat memerintah atau memberi komando, mempunyai hak memberi komando, bersifat mengharuskan.
Tak hanya itu, interaktif juga dimaknai sebagai bentuk perintah untuk kalimat atau verba yang menyatakan larangan atau keharusan melaksanakan perbuatan.
Menurut Chaer (2015:197) kalimat imperatif atau kalimat perintah adalah kalimat yang meminta pendengar atau pembaca melakukan suatu tindakan.
Kalimat imperatif ini dapat berupa kalimat imperatif, kalimat himbauan, dan kalimat larangan.
Baca juga: Apa Itu Hewan Vertebrata
Menurut Putrayasa (2017:103) kalimat imperatif adalah kalimat yang isinya menyuruh orang lain untuk melakukan sesuatu yang kita kehendaki.
Berdasarkan maknanya, kalimat imperatif berfungsi memberikan perintah untuk melakukan sesuatu pada orang yang diajak berbicara.
Jika diucapkan secara lisan, kalimat imperatif bisa memiliki nada yang keras atau kasar.
Namun kalimat imperatif bisa juga disampaikan secara halus atau santun.
Sementara bila ditulis lewat teks sering disertai dengan tanda baca, seperti tanda seru (!), atau tanda baca lainnya yang sesuai.
Dilansir dari Buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat, Anton M. Moeliono, dkk (2017), kalimat imperatif dapat dibagi menjadi enam golongan, yakni:
1. Perintah atau suruhan biasa jika pembicara menyuruh lawan bicaranya melakukan sesuatu.
2. Perintah halus jika pembicara tampaknya tidak memerintah lagi, tetapi menyuruh atau mempersilakan lawan bicara bersedia melakukan sesuatu.
3. Permohonan jika pembicara, demi kepentingannya, meminta lawan bicara melakukan sesuatu.
4. Ajakan dan harapan jika pembicara mengajak atau berharap lawan bicara melakukan sesuatu.
5. Larangan atau perintah negatif, jika pembicara meminta lawan bicara untuk tidak melakukan sesuatu.
6. Pembiaran jika pembicara meminta lawan bicara untuk membiarkan sesuatu terjadi atau berlangsung.
Kalimat imperatif memiliki ciri-ciri formal, seperti berikut:
1. Intonasi yang ditandai nada rendah pada akhir tuturan.
2. Pemakaian partikel penegas, penghalus, dan kata tugas ajakan, harapan, permohonan, atau larangan.
3. Susunan inversi sehingga urutannya menjadi predikat subjek.
4. Pelaku tindakan tidak selalu terungkap.
Adapun contoh kalimat imperatif, antara lain:
1. Menyeberanglah dengan hati-hati.
2. Perbaikilah sepeda mini itu!
3. Tolong kirimkan kontrak ini.
4. Silakan mengisi formulir ini.
5. Jangan parkir di depan pintu!
6. Dilarang membuang sampah sembarangan!
7. Awas lintasan kereta api!
8. Hati-hati di jalan!
9. Biar mereka yang mengerjakan!
10. Ayolah, masuk!
11. Harap duduk dengan tenang.
12. Keluarlah karena saya ada tamu yang menunggu.
Baca juga: Apa Itu Resensi
Itulah rangkuman penjelasan tentang apa itu kalimat imperatif. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/apa-itu-kalimat-imperatif.jpg)