Apa Itu

Apa Itu La Nina, Seperti Apa Dampaknya Terhadap Perubahan Iklim

Istilah La Nina berdekatan dengan fenomena El Nino. Lalu apa itu La Nina? Berikut penjelasan selengkapnya.

Penulis: Virginia Swastika | Editor: Dedi Sutomo
Pixabay/LucyKaef
Ilustrasi banjir bandang. Apa Itu La Nina dan Dampaknya 

Nelayan biasanya memanfaatkan masa itu untuk istirahat melaut dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

Saat El Nino terjadi, permukaan Samudra Pasifik tropis menjadi lebih hangat dari biasanya, terutama di khatulistiwa dan di sepanjang pantai Amerika Selatan dan Tengah.

Lautan yang hangat menyebabkan sistem tekanan rendah di atmosfer di atas, yang pada gilirannya menyebabkan banyak hujan untuk pantai barat Amerika.

Hal tersebut berkaitan dengan kelainan pemanasan lautan yang lebih luas di Samudera Pasifik bagian timur.

Bahkan kondisi itu juga dapat mencapai garis batas penanggalan internasional di laut Pasifik tengah.

Pada kawasan tersebut, hujan akan lebih sering turun.

Sementara di wilayah lainnya, seperti Indonesia akan mengalami musim kemarau.

Namun di Amerika Latin, El Nino justru mengakibatkan naiknya curah hujan.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, kejadian El-Nino terjadi secara berurutan setelah atau sebelum La-Nina.

Hasil kajian dari tahun 1900 sampai tahun 1998 mengungkapkan bahwa El-Nino telah terjadi sebanyak 23 kali (rata-rata 4 tahun sekali).

Menurut National Geographic, El Nino kuat pernah menyebabkan banjir bandang dan membuat seluruh isi desa meluncur menuruni lereng gunung.

Pada peristiwa 1972 hingga 1973, suhu laut meroket di lepas pantai Peru, hampir memusnahkan industri perikanan anchoveta, yang penting bagi negara itu.

Selama El Nino 1997 hingga 1998, peristiwa tersebut sempat membuat kerugian lebih dari $3,5 miliar pada bangunan, lahan pertanian, dan infrastruktur lainnya.

Sementara pada tahun 2016, karang memutih di seluruh Pasifik, banjir melanda Amerika Selatan, dan kebakaran yang dipicu kekeringan melanda Australia.

Adapun dampak El Nino di Indonesia yang menyebabakan suhu permukaan air laut di sekitar Indonesia menurun.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved