Wisata Helikopter di Puncak Mas Lampung Terbang Keliling Kota Hanya Rp 500 Ribu

Puncak Mas menjalankan program baru Wisata Helikopter, yakni terbang keliling kota selama 10 menit untuk melihat berbagai objek dari ketinggian.

Editor: Andi Asmadi
DOK TRIBUN
Pengelola Puncak Mas membuka Wisata Helikopter yakni wisata naik heli selama 10 menit terbang keliling kota. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Puncak Mas, salah satu tempat wisata paling hits di Lampung, menjalankan program baru Wisata Helikopter, yakni terbang keliling kota selama 10 menit untuk melihat berbagai objek dari atas ketinggian.

Informasi yang dihimpun Tribun, Wisata Helikopter di Puncak Mas dibuka setiap hari, dan terutama pada weekend Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Pengunjung Puncak Mas yang berlokasi di Sukadanaham, Kota Bandar Lampung, bisa membeli tiket terbang seharga Rp 500 ribu di loket yang tersedia.

Untuk sekali terbang, helikopter jenis Bell-206 itu bisa membawa enam penumpang.

Owner Puncak Mas, Thomas Azis Riska, yang dikonfirmasi Tribun, menjelaskan, wisata helikopter dibuka untuk memberi kesempatan kepada warga kota dan seluruh masyarakat Lampung yang ingin berwisata dengan naik helikopter.

"Kami ingin berbagi kebahagiaan untuk masyarakat Lampung. Mungkin banyak yang ingin naik helikopter, kami menyediakannya di Puncak Mas," ujarnya.

Pengunjung tempat wisata Puncak Mas kini bisa menikmati wisata heliokopter dengan terbang berkeliling kota selama 10 menit.
Pengunjung tempat wisata Puncak Mas kini bisa menikmati wisata heliokopter dengan terbang berkeliling kota selama 10 menit. (DOK TRIBUN)

Menurut Thomas yang juga owner Pulau Tegal Mas dan Bukit Mas ini, Wisata Helikopter merupakan inovasi yang dilakukan Puncak Mas untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata yang sangat terpuruk selama pandemi Covid-19.

“Banyak orang yang sudah jenuh tinggal di rumah dan ingin menikmati suasana alam. Kami membuka peluang untuk berwisata dengan cara baru ini,” ujarnya, seraya menegaskan, dalam praktiknya protokol kesehatan diberlakukan secara ketat.

Pilot helikopter, Captain Kustiyadi, yang dihubungi Tribun menjelelaskan, setiap penerbangan barada pada ketinggian sekitar 1000 feet dengan kecepatan rata-rata 80 knot.

Captain Kustiyadi sebelumnya adalah penerbang TNI Angkatan Darat. Dia sudah memiliki sekitar 3.500 jam terbang dengan pengalaman selama 16 tahun.

"Bersama kru kami ada 4 orang termasuk teknisi. Mereka semua sudah punya pengalaman terbang, sehingga lebih safe," tambahnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved