Tempat Wisata

Tempat Wisata di Bandung, Legenda Nasi Kuning Pungkur

Saat menjelajahi tempat wisata di Bandung, jangan lupa mampir ke kedai Nasi Kuning Pungkur yang berada di Jalan Pungkur No 216, Ciateul, Ragol.

Penulis: Reni Ravita | Editor: Kiki Novilia
Tribun Jabar
Ilustrasi. Tempat Wisata di Bandung, Legenda Nasi Kuning Pungkur. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Saat menjelajahi tempat wisata di Bandung, jangan lupa mampir ke kedai Nasi Kuning Pungkur.

Kedai yang berada di Jalan Pungkur No 216, Ciateul, Ragol, Kota Bandung tersebut dikenal legendaris menyajikan nasi kuning. 

Selain itu, terdapat 6 pilihan lauk yang bisa dicoba pengunjung. 

Mulai dari semur jengkol, rendang daging, telur balado, irisan telur dadar, tempe orek dan ati ampela.

Ada juga cemilan seperti gorengan berupa batagor, bakwan dan risoles.

Baca juga: Tempat Wisata di Bandung, Kulineran di Kastil Abad Pertengahan Ala Mercusuar Cafe & Resto

Harga satu porsi nasi kuning hanya Rp 12 ribu.

Sedangkan aneka cemilan gorengan dihargai Rp 1 ribu per potong.

Nasi Kuning Pungkur ini buka setiap hari pada pukul 20.00 WIB sampai 04.00 WIB.

Kunjungi pula tempat wisata di Bandung lainnya seperti Ruv Bistro.

Terletak di Jalan Bukit Jarian No. 24, Hegarmanah, Cidadap, Kota Bandung, Ruv Bistro, menjadi pilihan yang tepat untuk makan enak sambil menikmati keindahan kota Bandung.

Baca juga: Tempat Wisata di Bandung, Menikmati Olahan Kulit Kopi di Kedai Kopi Apik

Ruv Bistro memiliki tempat di lantai 3 sebuah bangunan yang menyuguhkan pemandangan Kota Bandung.

Interior Ruv Bistro dihiasi dengan berbagai jenis tanaman hias seperti Monstera Andosinii, lidah mertua, sirih gading dan beragam jenis calathea bisa ditemui disini.

Pemilik Ruv Bistro Raja mengatakan, alasannya membutka usaha ini karena hobinya traveling ke banyak pantai.

Ia ingin menyuguhkan suasana di tengah Kota Bandung namun tanpa menghilangkan suasana tengah kota.

"Referensi didapat karena sering traveling ke pantai, jadi penget ngedapetin vibenya, tropikal industrial," ujarnya.

Nama Ruv Bistro sendiri diambil dari slang kata Love dari Ruv.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved