Kesehatan

Halo Dokter, Apa Itu Proktitis

Saat proktitis tak ditangani segera mungkin dan tepat, hal tersebut dapat menyebabkan komplikasi. Namun, apa itu proktitis?

Penulis: Virginia Swastika | Editor: Kiki Novilia
Pixabay/Darko Djurin
Ilustrasi sakit perut. Halo Dokter, Apa Itu Proktitis 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Penyakit pencernaan yang dapat menyerang manusia adalah proktitis. Namun, apa itu proktitis?

Dilansir dari Mayo Clinic, proktitis adalah peradangan pada lapisan rektum.

Rektum merupakan saluran pencernaan yang menghubungkan usus besar dengan anus.

Penyakit ini dapat mengakibatkan nyeri dubur, diare, hingga pendarahan.

Umumnya, masalah kesehatan tersebut sering terjadi pada orang yang memiliki penyakit radang usus, seperti Crohn atau kolitis ulserativa.

Baca juga: Halo Dokter, Cara Mengenali Gejala Gastritis dan Cara Mengobatinya

Bahkan sekitar 30 persen, orang dengan penyakit radang usus mengalami proktitis.

Namun, proktitis juga bisa menjadi efek samping dari terapi radiasi untuk mengobati kanker.

Penyebab

Masalah pencernaan tersebut diketahui dapat disebabkan oleh beberapa penyakit atau kondisi, di antaranya:

1. Penyakit radang usus

Baca juga: Halo Dokter, Bagaimana Mengenali Gejala Diabetes Melitus Pada Anak

2. Infeksi menular seksual yang disebarkan melalui hubungan suami istri secara anal.

Tak hanya itu, penyakit gonore, herpes genital, klamidia juga bisa menjadi penyebab proktitis.

Disebutkan WEB MD, penyakit gonore, sifilis, herpes, klamidia, dan kutil dubur menjadi penyebab paling umum dari penyakit proktitis.

3. Terapi radiasi untuk kanker.

Terapi yang diarahkan area rektum atau sekitarnya dapat menyebabkan seseorang terserang proktitis.

4. Penggunaan antibiotik

5. Operasi

Beberapa jenis operasi usus besar dapat mengakibatkan proktitis.

6. Proktitis yang diinduksi protein makanan.

Dapat terjadi pada bayi yang diberikan susu sapi atau susu formula berbahan kedelai.

Tak hanya itu, bayi yang disusui ibu yang mengonsumsi produk susu juga dapat mengalami proktitis.

7. Proktitis eosinofilik.

Kondisi ini terjadi ketika eosinofil yang sejenis sel darah putih menumpuk di lapisan rektum.

Proktitis eosinofilik hanya menyerang anak-anak di bawah 2 tahun.

Gejala

Dikutip dari Web MD terdapat beberapa gejala proktitis yang umum, antara lain:

1. Nyeri ketika buang air besar.

2. Nyeri di area dubur.

3. Kejang dan kram saat buang air besar.

4. Diare.

5. Keputihan.

6. Pendarahan.

7. Perasaan penuh di rektum.

Komplikasi

Bila proktitis tidak tertangani dengan tepat, hal tersebut dapat menyebabkan komplikasi.

Berikut beberapa komplikasi proktitis yang dapat terjadi:

1. Anemia, karena tidak memiliki cukup sel darah merah untuk membawa oksigen ke dalam tubuh.

2. Bisul di lapisan dalam rektum.

3. Fistula.

Diagnosis

Dilansir dari Mayo Clinic, terdapat beberapa tes dan prosedur yang bisa dilakukan dalam mendiagnosis proktitis, meliputi:

1. Tes darah untuk mendeteksi kehilangan darah.

2. Tes tinja untuk memastikan proktitis disebabkan oleh infeksi bakteri atau bukan.

3. Sigmoidoskopi untuk memeriksa usus besar dan rektum.

4. Kolonoskopi untuk melihat kondisi dari usus besar. Prosedur biopsi bisa dilakukan pada tes ini.

5. Tes infeksi menular seksual.

Pengobatan

Perawatan atau pengobatan proktitis tergantung dengan penyebabnya.

1. Bila disebabkan oleh penyakit menular seksual, maka dokter akan menyarankan penggunaan antibiotik dan antivirus.

2. Melakukan pola hidup sehat untuk meredakan proktitis.

Hal tersebut dapat dilakukan melalui mandi sitz dengan merendam bokong menggunakan air hangat.

3. Operasi

Baca juga: Halo Dokter, Berikut Deretan Penyakit Kulit Menular yang Dipicu Virus.

Apabila terapi obat tidak mampu meredakan gejala proktitis, dokter akan menyarankan untuk melakukan pembedahan. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )

Baca berita kesehatan lainya

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved