Apa Itu
Apa Itu Prosa dalam Karya Sastra
Prosa merupakan bagian dari jenis karya sastra. Akan tetapi, apa itu Prosa? Berikut penjelasannya.
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Kiki Novilia
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Satu di antara jenis karya sastra adalah Prosa. Lalu, apa itu Prosa?
Penamaan Prosa diambil dari bahasa Latin "Prosa" yang artinya "terus terang".
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian Prosa adalah karangan bebas yang tidak terikat oleh kaidah yang terdapat dalam puisi.
Hal itulah yang menyebabkan tulisan ini berbeda dengan jenis tulisan lain yang masuk pada karya sastra.
Dalam Prosa, cerita yang diangkat cenderung lebih bebas serta tak terikat pada rima layaknya yang terjadi pada puisi atau pantun.
Baca juga: Apa Itu Majas Personifikasi dalam Karya Sastra
Terdapat ciri khas pada suatu Prosa, yakni penggunaan makna denotasi.
Bila dilihat secara umum, terdapat dua jenis Prosa, yaitu Prosa lama dan Prosa baru.
1. Prosa lama
Jenis tulisan yang termasuk pada Prosa lama antara lain:
a. Hikayat berasal dari India dan Arab, berisikan cerita kehidupan para dewi, peri, pangeran, putri kerajaan, raja-raja yang memiliki kekuatan gaib.
Baca juga: Apa Itu Fabel dalam Karya Sastra
b. Sejarah (tambo) adalah salah satu bentuk Prosa lama yang isi ceritanya diambil dari suatu peristiwa sejarah yang dibuktikan dengan fakta, selain sejarah ada juga silsilah raja-raja.
c. Kisah adalah cerita tentang perjalanan atau pelayaran seseorang dari suatu tempat ke tempat lainnya.
d. Dongeng adalah cerita yang menonjolkan binatang sebagai peran utama. Cerita bersifat khayalan. Dongeng juga terdiri dari banyak ragam yaitu fabel, mite, legenda, sage, parabel, dongeng jenaka, dan cerita berbingkai.
2. Prosa baru
Sementara untuk Prosa baru, tipe tulisan yang termasuk di dalamnya, antara lain.
a. Cerpen adalah cerita rekaan yang pendek dalam arti hanya berisi pengisahan dengan fokus pada suatu konflik saja dengan tokoh-tokoh yang terbatas tetapi tidak berkembang atau tidak mengakibatkan perubahan nasib pelaku utama.
b. Novel dari bahasa Italia, novella yang berarti barang baru yang kecil, kemudian kata tersebut menjadi istilah sebuah karya sastra dalam bentuk Prosa.
Novel lebih panjang isinya daripada cerpen. Konflik yang dikisahkannya lebih luas.
c. Dongeng adalah cerita rekaan yang sama dengan novel atau cerpen.
Dongeng adalah cerita yang dikisahkan tentang hal-hal yang tidak masuk akal atau tak mungkin terjadi.
d. Resensi adalah pembicaraan, pertimbangan, atau ulasan suatu karya (buku, film, drama) yang membahas dan memberikan penilaian terhadap buku yang baru terbit.
Isi resensi bersifat memaparkan agar pembaca mengetahui karya tersebut dari berbagai aspek seperti tema, alur, perwatakan, dialog, dll. Sering juga disertai penilaian dan saran tentang perlu tidaknya karya tersebut dibaca atau dinikmati.
e. Esai adalah ulasan/ kupasan suatu masalah secara sepintas lalu berdasarkan pandangan pribadi penulisnya.
Isinya bisa berupa hikmah hidup, tanggapan, renungan, ataupun komentar tentang budaya, seni, fenomena sosial, politik, pementasan drama, film, dll.
Esai bersifat subjektif atau sangat pribadi.
f. Roman adalah cerita yang mengisahkan pelaku utama dari kecil sampai mati, mengungkap adat/ aspek kehidupan suatu masyarakat secara mendetail/ menyeluruh, alur bercabang-cabang.
Ciri-ciri
Secara umum, ciri-ciri Prosa bisa ditandai dengan:
1.Memiliki alur cerita, untuk menjelaskan suatu peristiwa.
2. Memiliki tema, untuk menjadi dasar atau pokok bahasan cerita.
3. Ada tokoh dan penokohan, bisa berupa manusia, hewan, hingga tumbuhan.
4. Memiliki sudut pandang dalam menceritakan peristiwa di dalamnya.
5. Memiliki latar, baik latar tempat, waktu, maupun suasana.
6. Terdapat perkembangan, yaitu Prosa dapat mengalami suatu perkembangan karena dipengaruhi oleh perubahan yang ada di masyarakat.
7. Memiliki amanat untuk disampaikan kepada para pembaca.
Baca juga: Apa Itu Puisi dalam Karya Sastra
Itulah rangkuman pemaparan tentang apa itu Prosa dalam karya sastra. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )