Kesehatan
Halo Dokter, Simak 4 Penyakit Pencernaan yang Kerap Menyerang
Halo Dokter, berikut ini adalah penjelasan dari empat penyakit pencernaan yang kerap menyerang orang pada umumnya.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Berikut 4 penyakit pencernaan yang kerap menyerang manusia.
Penyakit ini kerap diabaikan lantaran begitu umum.
Padahal penyakit ini akan menyebabkan komplikasi serius.
Hal ini akan terjadi apabila penyakit tidak segera ditangani dengan tepat dan cepat, tak jarang
Berikut ini beberapa penyakit pencernaan yang umum terjadi dan cara mengobatinya.
1. Sembelit
Baca juga: Halo Dokter, Apa itu Sembelit dan Cara Mengatasinya
Menurut National Digestive Disease Information Clearinghouse, sembelit merupakan kondisi saat buang air besar (BAB) kurang dari tiga kali dalam seminggu.
Selain jarang, kondisi tinja juga sulit dikeluarkan karena keras dan kering, dan menimbulkan nyeri.
Sementara dr Aditya MBiomed dari UPTD Labkesda Lampung mengatakan sembelit merupakan susah buang air besar.
Ia mengatakan penyebab sembelit dipicu oleh psikis dan gangguan peristaltik di usus besar.
Gangguan itu bisa berupa kurangnya serat dalam tubuh, tetapi bisa juga karena faktor usia.
Baca juga: Halo Dokter, Bagaimana Cara Merawat Orang Diare
Bahkan penyakit seperti kanker usus besar serta pengonsumsian obat diarea berlebihan dapat menyebabkan sembelit.
Dikutip dari Mayo Clinic, lansia dan wanita punya risiko yang lebih tinggi untuk terkena masalah pencernaan ini bahkan dengan tingkat keparahan kronis.
Soal pengobatan penyakit pencernaan ini dapat dilakukan dengan beberapa langkah, di antaranya:
a. Perbanyak minum air yang cukup dan menghindari minuman alkohol.
b. Mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti sayuran dan buah-buahan.
c. Tidak menunda buang air besar.
d. Perbanyak aktivitas dan aktif berolahraga.
2. Diare
Diare merupakan gangguan saluran pencernaan yang disebabkan oleh berbagai organisme bakteri, virus, dan parasit.
Infeksi tersebut menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.
Tak hanya itu, penyebarannya juga bisa dari orang ke orang akibat kebersihan yang buruk.
Diare umumnya merupakan gangguan pencernaan ringan dan bisa sembuh dalam hitungan hari. Namun, penyakit ini tak boleh disepelekan.
Sebab menurut WHO, penyakit diare ini menjadi penyakit penyebab kematian tertinggi kedua pada anak-anak di bawah usia lima tahun.
Tercatat secara global, ada setidaknya 1,7 juta kasus diare yang terjadi pada anak-anak setiap tahun dan biasa terjadi pada negara berkembang.
Diare juga diketahui membunuh sekitar 525 ribu balita setiap tahunnya.
dr Roro Rukmi Windi Perdani, Sp.A dari Rumah Sakit Hermina Lampung mengatakan pengobatan diare bisa dilakukan di rumah jika diare masih ringan.
Hal tersebut dapat dilakukan melalui pemberian cairan untuk mengganti cairan yang hilang.
Penggantian cairan yang hilang bisa dengan banyak minum air putih, minum oralit, serta makan sayur yang berkuah seperti sayur bayam, sayur sop, dan sebagainya.
Selain itu bisa diberikan zink yang dosisnya diberikan sesuai umur.
Zink bisa berbentuk cairan atau tablet, hingga probiotik.
Lain halnya jika diare sudah berat yang menyebabkan dehidrasi, muntah terus menerus, dan sulit makan.
Harus dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan seperti diinfus.
3. Usus buntu
Penyakit usus buntu merupakan iritasi pada usus buntu atau apendiks.
Usus buntu adalah organ yang berbentuk kantong kecil dan tipis dan berukuran 5-10 cm, serta terhubung pada usus besar.
Dokter praktik umum di Bandar Lampung, Asep Sukoharjo mengatakan, penyakit usus buntu berada di bagian bawah kanan perut.
Ia juga mengatakan masalah pencernaan ini bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat.
“Penyakit usus buntu tergolong berbahaya jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat," kata Asep Sukoharjo saat dikonfirmasi Tribunlampung.co.id, Kamis (26/12/2019).
"Sebab ditakutkan dapat pecah di saat akut dan menyebabkan infeksi pada organ lainnya,” lanjutnya.
Terkait pengobatan penyakit pencernaan yang satu ini dapat dilakukan dengan penggunaan antibiotik saat masalah usus buntu masih tergolong ringan.
Namun saat antibiotik tidak lagi efektif, dokter akan menyarankan pembedahan atau operasi.
4. Wasir
Wasir juga merupakan penyakit pencernaan yang umum terjadi.
Penyakit ini adalah pembengkakan pada pembuluh darah di area anus dan rektum bawah.
Permasalahan ini bisa terjadi karena adanya peningkatan tekanan darah di daerah anus.
Melansir Healthline, sekitar 50 persen orang dewasa di dunia mengalami gejala wasir pada usia 50 tahun.
Menurut data Departemen Kesehatan (Depkes) tahun 2015 prevalensi wasir di Indonesia 5,7% dari total populasi atau sekitar 10 juta orang.
Sementara data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) tahun 2015 menyebutkan terdapat 12,5 juta jiwa penduduk Indonesia mengalami penyakit wasir.
Risiko wasir dapat meningkat seiring bertambahnya usia.
Berdasarkan penuturan tim medis asal klinik bedah RSIM Way Halim, terdapat beberapa cara pengobatan wasir.
Di antaranya melalui operasi menggunakan laser, pengangkatan wasirdengan diatermi hemoroidektomi, jug operasi wasir dengan stapler.
Namun dikutip dari Kompas.com, terdapat beberapa pengobatan rumah yang bisa dilakukan guna mendukung perawatan, yakni:
a. Memakan makanan yang tinggi serat.
b. Perbanyak minum air putih.
c. Olahraga secara rutin.
d. Tidak mengejan saat buang air besar.
Baca juga: Halo Dokter, Cara Deteksi Gejala Gastritis dan Membedakannya dengan Sakit Perut Biasa
Itulah sederet penyakit pencernaan yang umum terjadi dan cara mengobatinya. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika / Jelita Dini Kinanti )
Baca artikel kesehatan lainnnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/halo-dokter-bagaimana-cara-mendeteksi-gejala-proktitis.jpg)