Kesehatan

Halo Dokter, Apa Itu Disentri Basiler dan Gejalanya

Disentri adalah kelainan saluran cerna yang bisa terjadi pada manusia. Ada dua jenis disentri yakni disentri amoeba dan disentri basiler.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti
dr Aditya M Biomed. Apa itu disentri basiler. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Disentri adalah kelainan saluran cerna yang bisa terjadi pada manusia.

Ada dua jenis disentri yakni disentri amoeba dan disentri basiler.

dr Aditya M Biomed dari UPTD Labkesda Lampung mengatakan, disentri basiler adalah disentri yang disebabkan bakteri yang bentuknya basil.

Bakteri tersebut ada shigella, campylobacter, dan e coli.

Bakteri shigella dan campylobacter berada di makanan yang kotor.

Sedangkan e coli ada di air termasuk air minum dan sungai yang kotor.

Seseorang yang terkena disentri basiler akan mengalami demam tinggi dan sakit perut.

Namun sakit perutnya tidak sampai melilit seperti disentri amoeba. 

Untuk memastikan seseorang mengalami disentri basiler, dokter akan melakukan pemeriksaan fesesnya.

Kalau di fesesnya ditemukan ada bakteri shigella, campylobacter, dan e coli berarti memang mengalami disentri basiler.

Baca juga: Halo Dokter, Gejala Chikungunya dan Cara Mengobatinya

Pengobatan disentri basiler harus dengan penurun panas anti biotik.

Setelah pengobatan disentri basiler akan sembuh.

Pengobatan ini harus dilakukan dengan segera, karena kalau tidak ada bahayanya.

Pada anak-anak, bayi, dan lansia yang mengalami disentri basiler bahayanya adalah bisa mengalami dehidrasi.

Apabila mengalami dehidrasi yang berlebihan bisa mengalami gagal ginjal.

Bahaya lainnya pada bayi adalah bisa menyebabkan sepsis atau infeksi yang meluas yang bisa mengakibatkan kematian.

Disentri basiler sebenarnya bisa dicegah.

Caranya dengan mencuci bahan makanan hingga bersih dan memasaknya dengan benar.

Kalau mau makan dan minum diluar, pastikan makanan dan minuman itu bersih.

Kemudian masak air yang hendak diminum hingga mendidih. Jadi walaupun ada baketeri e coli dalam air tersebut, bakteri e colinya akan mati.

Selain itu usahakan jangan ke sungai yang sering digunakan untuk buang air besar karena bisa dipastikan sungai itu ada bakteri e-coli.

(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved