Kesehatan

Halo Dokter, Apa Itu Pitted Keratolysis

Bakteri tersebut menempel di telapak kaki karena memakai sepatu, sandal, atau handuk yang sama dengan orang yang kakinya ada pitted keratolysis.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti
dr Desidera Husadani menjelaskan penyakit kulit bernama pitted keratolysis. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Menjaga telapak kaki agar tetap bersih, tidak berkeringat, dan tidak lembap penting untuk dilakukan setiap hari.

Jika tidak, akan muncul penyakit kulit bernama pitted keratolysis.

Apa itu pitted keratolysis?

dr Desidera Husadani SpDV dari Klinik Skin Rachel mengatakan, cara menjaga agar telapak kaki tidak berkeringat dengan mengoleskan anti-prespirant, melakukan botox, atau melakukan iontophoresis pada telapak kaki.

Baca juga: Halo Dokter, Cara Bedakan Gejala Gastritis dengan Sakit Perut Biasa

Sedangkan untuk menjaga agar telapak kaki tidak lembap dengan tidak menggunakan sepatu terlalu lama.

Menjaga telapak kaki tetap bersih, tidak berkeringat, dan tidak lembap akan mencegah telapak kaki ditempeli oleh bakteri bernama corynebacteria, dermatophilus congolensis, kytococcus sedentarius, actinomyces, atau streptomyce.

Bakteri tersebut menempel di telapak kaki karena memakai sepatu, sandal, atau handuk yang sama dengan orang yang telapak kakinya ada pitted keratolysis.

Tak hanya itu, bakteri bisa menempel di telapak kaki karena memiliki penyakit kronis yang mengakibatkan imun tubuh rendah.

Kalau telapak kaki bersih, tidak berkeringat, dan tidak lembap, serta tidak memiliki penyakit kronis, bakteri tersebut tidak akan menempel di telapak kaki.

Baca juga: Halo Dokter, Cara Deteksi Gejala Malaria

Saat bakteri tersebut menempel di telapak kaki, akan timbul bau dan gatal pada telapak kaki.

Bakteri ini kalau dibiarkan terus menempel ditelapak kaki, akan memakan kulit telapak kaki hingga muncul lubang berukuran kecil.

"Lubang itu awalnya hanya satu. Lalu lama-kelamaan menjadi banyak. Keberadaan lubang inilah yang disebut sebagai penyakit kulit bernama pitted keratolysis," kata Desidera, Jumat (26/11/2021).

Sebenarnya keberadaan lubang tersebut bisa dicegah jika saat bakteri masih menimbulkan bau dan gatal, langsung dioleskan salep dari dokter.

Tapi kalau sudah telanjur berlubang, pengobatannya juga mengoleskan salep.

"Pengobatan ini tidak bisa ditunda, karena akan mengakibatkan lubang-lubang kecil menempel dan menimbulkan lecet yang rasanya perih," ucap Desidera.

( Tribunlampung.co.id / Jelita Dini Kinanti )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved