Kesehatan
Halo Dokter, Cara Bedakan Gejala Gastritis dengan Sakit Perut Biasa
Simak penjelasan cara membedakan gejala gastritis dengan sakit biasa. Penyakit gastritis menyerang sistem pencernaan, tentu gejala sakit di area perut
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Simak berikut ini penjelasan cara membedakan gejala gastritis dengan sakit biasa.
Penyakit gastritis menyerang sistem pencernaan, otomatis gejalnya akan merasakan sakit di area perut.
Lantas bagaimana cara membedakan sakit di area perut tersebut sebagai gejala gastritis atau bukan.
Dalam dalam dunia medis, atau ilmu kedokteran gastritis erat kaitanya dengan gangguan lambung.
Mengutip Healthline, gastritis merupakan kondisi peradangan yang terjadi di bagian lapisan pelindung lambung.
Kondisi tersebut dapat terjadi saat lendir yang melindungi lapisan lembung hilang yang kemudian menyebabkan lambung iritasi.
Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Stretch Mark yang Banyak Dialami Wanita Usai Melahirkan dan Apa Penyebabnya
Gastritis juga dikenal dengan istilah radang lambung.
Berdasarkan waktu perkembangannya, gastritis dapat dibedakan menjadi dua, di antaranya gastritis akut dan kronis.
Pada gastritis akut, peradangan dapat muncul tiba-tiba dan bersifat parah.
Sementara gastritis kronis, iritasinya berlangsung lambat, tetapi dalam jangka waktu panjang.
Nyeri yang disebabkan gastritis kronis juga tidak separah gastritis akut.
Sayangnya, peradangan tersebut dapat mengubah struktur lapisan lambung hingga menyebabkan adanya risiko terserang kanker.
Penyebab gastritis
Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Penuaan Dini dan Seperti Apa Cara Mencegahnya
Dikutip dari Kompas.com, terdapat beberapa penyebab gastritis, di antaranya:
1. Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
2. Stres.
3. Penggunaan obat tertentu.
4. Infeksi bakteri Helicobacter pylori.
5. Gangguan autoimun.
6. Kondisi lain, seperti HIV/AIDS, penyakit Crohn, serta infeksi parasit.
Gejala gastritis
Mengutip dari Healthline, gejala gastritis yang dialami oleh setiap orang dapat berbeda-beda.
Namun ada beberapa gejala umum, seperti:
1. Mual.
2. Muntah.
3. Perasaan penuh di perut bagian atas, terutama setelah makan.
4. Gangguan pencernaan.
Namun, masalah pencernaan ini juga dapat ditandai dengan:
1. Kehilangan nafsu makan.
2. Perut kembung.
3. Cegukan.
4. Sakit perut.
5. BAB dengan tinja berwarna hitam pekat.
Komplikasi gastritis
Bila gastritis tidak ditangani dengan benar dan tepat, hal tersebut dapat menyebabkan komplikasi, meliputi:
1. Anemia.
2. Pendarahan di perut
3. Tukak lambung.
4. Perforasi lambung.
5. Kanker lambung.
Pengobatan gastritis
Umumnya, dokter akan memberikan resep pengobatan untuk mengurangi gejala gastritis.
Ada beberapa obat tersebut, di antaranya:
1. Obat penghambat tingkat histamin pada tubuh.
2. Obat penghambat produksi asam lambung.
3. Obat untuk melawan infeksi bakteri.
Di samping itu, terdapat pula beberapa cara mengobati gastritis secara alami, yang meliputi:
1. Lakukan diet anti-inflamasi.
2. Konsumsi ekstrak bawang putih.
3. Konsumsi makanan yang mengandung probiotik, seperti kimchi, kombucha, yogurt, kefir.
4. Konsumsi teh hijau dengan madu.
5. Penggunaan minyak esensial.
6. Makan dengan porsi kecil.
7. Melakukan perubahan gaya hidup.
Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Penyakit Kurap dan Apa yang Jadi Penyebabnya
8. Mengurangi stres. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )