Kesehatan

Halo Dokter, Gejala Chikungunya dan Cara Mengobatinya

Gejala khas penyakit chikungunya adalah sendi-sendi akan terasa sangat sakit.

Editor: Reny Fitriani
AFP PHOTO/MARVIN RECINOS
Ilustrasi - Gejala chikungunya dan cara mengobatinya. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Hati-hati, nyamuk aedes aegypti tak hanya membawa virus dengue yang menyebabkan penyakit demam berdarah dengue (DBD), tetapi juga virus chikungunya.

Penularannya sama, saat nyamuk ini mengigit tubuh maka virus chikungunya akan masuk ke dalam tubuh.

dr Aditya M Biomed dari UPTD Labkesda Lampung mengatakan, saat sudah masuk ke dalam tubuh, virus chikungunya tidak akan langsung menyebabkan penyakit chikungunya.

Sebab imun tubuh akan melakukan perlawanan terhadap virus chikungnya itu.

Imun tubuh akan menang melawan virus chikungunya, lalu virus chikungunya akan sembuh dengan sendirinya (self limiting disease), apabila imun tubuh kuat.

Apalagi kalau ditambah imun tubuh memiliki memori terhadap virus chikungunya, karena sebelumnya virus chikungunya itu sudah pernah masuk ke dalam tubuh dan dilawan.

Tapi jika imun tubuh tidak kuat, maka imun tubuh tidak sanggup melawan virus chikungunya itu.

Akibatnya virus chikungunya itu akan menyebabkan penyakit chikungunya.

Gejala khas penyakit chikungunya adalah sendi-sendi akan terasa sangat sakit.

Jika chikungunya sudah berat, sakit disendinya bisa tidak tertahan.

Baca juga: Halo Dokter, Cara Menghilangkan Kutu Rambut 

"Saya pernah dengar ada pasien yang sampai tidak sanggup berjalan karena sendi yang sangat sakit. Jadi dia hanya bisa duduk atau tiduran," kata dr Aditya.

Selain itu penyakit chikungunya juga bisa menimbulkan gejala demam, tidak enak badan, mual, dan muntah.

Lalu trombositnya juga akan turun.

Kalau chikungunya sudah berat, trombositnya bisa drop.

Trombosit turun inilah yang sering membuat dokter yang memeriksa pasien bingung.

Apakah pasien sakit DBD atau chikungunya.

Sebab ciri khas DBD juga adalah trombositnya turun.

Untuk itu dokter akan melakukan pemeriksaan DBD dahulu.

Jika dari hasil pemeriksaan ternyata pasien negatif DBD, maka pasien akan dianggap mengalami chikungunya.

"Sebab untuk saat ini di UPTD Labkesda Lampung belum ada alat untuk memastikan pasien mengalami chikungunya atau bukan. Kalau di lab-lab besar yang ada di Jakarta kemungkinan sudah ada," urai dr Aditya.

Untuk mengobati chikungunya, dokter akan memberikan obat-obatan yang salah satunya adalah analgesic.

Selain itu dokter juga akan meminta pasien untuk istirahat total.

DBD

Virus dengue adalah virus yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti.

Jika nyamuk ini mengigit manusia, maka manusia bisa sakit demam berdarah dengue (DBD).

Ketua IDI Cabang Bandar Lampung dr Aditya M Biomed mengatakan, orang yang sakit DBD akan mengalami demam tinggi, mual, dan muntah.

Setelah itu virus dengue akan membuat banyak lubang di pembuluh darah.

Lalu tubuh akan mengerahkan banyak trombosit untuk menutupi lubang-lubang di pembuluh darah itu.\

Itu sebabnya orang yang mengalami DBD, ketika diperiksa, trombositnya turun.

Selain itu lubang di pembuluh darah juga bisa menyebabkan cairan pembuluh darah keluar, lalu pembuluh darah menciut dan bisa membuat orang yang mengalami DBD shock serta berisiko meninggal dunia.

Lubang - lubang di pembuluh darah ini juga bisa menyebabkan sel darah merah keluar.

Kalau keluarnya sampai ke kulit akan membuat munculnya bintik merah di kulit.

Untuk membedakan bintik merah karena sel darah merah atau karena gigitan nyamuk, cobalah pencet bintik merah itu.

Kalau setelah dipencet menghilang berarti itu adalah sel darah merah.

Dikarenakan adanya sel darah merah dan cairan yang keluar akibat lubang pembuluh darah, dokter akan memberikan banyak cairan untuk pasien, yakni berupa infus dan air putih 

Selain pemberian cairan, dokter juga akan memberikan obat penurun panas, obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, dan vitamin.

Dokter pun akan meminta untuk melakukan pencegahan DBD.

Pencegahan itu dengan 3M plus yakni menguras atau membersihkan tempat penampungan air, menutup tempat pembuangan air, dan mengubur barang-barang yang berpotensi dijadikan sarang nyamuk. Lalu plusnya adalah pencarian jentik nyamuk.

(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved