Apa Itu
Apa Itu Ikhtisar
Dalam bahasa Indonesia, terdapat istilah ikhtisar. Akan tetapi, apa itu ikhtisar?
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Kiki Novilia
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Keberadaan ikhtisar begitu penting dalam memahami suatu teks. Akan tetapi, apa itu ikhtisar?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pemandangan secara ringkas atau yang penting-penting saja.
Sementara menurut Cambridge Dictionary, ikhtisar adalah deskripsi singkat secara umum tanpa memberikan rinciannya.
Singkatnya, ikhtisar dapat dimaknai sebagai suatu ringkasan.
Secara umum, ringkasan tersebut ditujukan untuk menggambarkan inti sebuah teks atau bacaan yang akan atau belum dibaca.
Baca juga: Apa Itu Reboisasi dan Manfaatnya
Akan tetapi, dikutip dari Kompas.com, tujuan ikhtisar juga bisa sebagai kesimpulan isi ide dari teks yang dibaca.
Sementara soal fungsi ikhtisar, hal tersebut dibuat untuk memudahkan pemahaman pembaca.
Selain itu juga menghemat penggunaan kata agar tidak bertele-tele.
Bahkan ikhtisar ini bisa difungsikan untuk memengaruhi seseorang untuk membaca bacaan tertentu.
Ciri-ciri ikhtisar
Baca juga: Apa Itu Balok dan Rumusnya dalam Matematika
Terdapat beberapa ciri-ciri ikhtisar, antara lain:
1. Lugas dan tidak bertele-tele.
2. Menggambarkan gagasan inti dari sebuah teks.
3. Susunan idenya bisa tidak berurutan tetapi tidak mengubah isi teks.
4. Bebas memadukan kata serta frasa dalam penyampaian pesannya, tetapi tidak mengubah isi teks asli.
Cara membuat ikhtisar
Ada beberapa langkah atau cara membuat ikhtisar, meliputi:
1. Membaca teks asli, untuk memastikan dan memahami isi teks yang ingin disampaikan.
2. Menuliskan ide pokok teks asli.
3. Menulis ikhtisar dengan bahasa yang singkat dan lugas, tanpa mengubah makna asli.
Resensi merupakan contoh ikhtisar. Tetapi apa itu resensi?
Biasanya hal ini berkaitan dengan karya sastra. Sebab, resensi seringkali memuat penilaian isi karya tulisan secara menyeluruh.
Dikutip dari Kompas, H Dalman dalam buku Keterampilan Menulis (2016) berpendapat resensi adalah tulisan ilmiah yang membahas informasi berupa isi sebuah buku, termasuk kelemahan dan kelebihannya.
Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku atau ulasan buku.
Akan tetapi seiringnya waktu, resensi tidak terbatas pada buku, melainkan juga ulasan di bidang film maupun musik.
Tujuan resensi
Ada beberapa tujuan resensi, di antaranya:
1. Memberi pemahaman komprehensif mengenai suatu karya berdasarkan sudut pandang penulis resensi.
2. Mengajak pembaca berpikir, merenung, dan mendiskusikan lebih jauh substansi dalam karya yang diulas.
3. Memberi pertimbangan pada pembaca mengenai kelebihan dan kelemahan buku.
4. Memberi informasi detail sebuah karya, yaitu nama pengarang, tahun terbit, latar belakang pengarang, proses pengkaryaan, atau hubungan dengan karya lain yang sejenis.
Jenis resensi
Bila dilihat berdasarkan isinya, ada jenis resensi, yaitu:
1. Resensi informatif, biasanya berisikan ringkasan informasi suatu karya.
2. Resensi evaluatif, biasanya ringkasan penilaian kelemahan dan kelebihan suatu karya.
3. Resensi informatif-evaluatif, gabungan dari ringkasan informatif dan evaluatif.
Struktur resensi
Berikut ini struktur resensi yang dikutip dari Kompas.com.
1. Judul resensi: judul dibuat dengan menggambarkan isi resensi secara singkat. Pastikan judul menarik dan sesuai dengan isi resensi.
2. Data buku: memberi informasi detail dari buku yang akan diulas.
3. Pendahuluan: memperkenalkan pengarang, proses pengkaryaannya, tema buku.
4. Tubuh dan pernyataan resensi: berisi sinopsis disertai kutipan paling berkesan, sebutkan kelemahan dan kelebihan buku, rumusan kerangka buku, tinjauan bahasa atau kesalahan cetak.
5. Penutup: beri kesimpulan dan penjelasan layak atau tidaknya buku tersebut dibaca dengan alasan yang logis.
Baca juga: Apa Itu Tabung dalam Matematika
Itulah penjelasan mengenai apa itu ikhtisar. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/apa-itu-ikhtisar.jpg)