Kesehatan
Halo Dokter, Cara Agar Gigi Putih Tahan Lama Setelah Bleaching
Gigi putih bersih dan bebas dari karang gigi tentu menjadi idaman setiap orang. jika ingin giginya putih bisa mencoba melakukan bleaching gigi.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Gigi putih bersih dan bebas dari karang gigi tentu menjadi idaman setiap orang.
Tapi tidak semua orang memiliki gigi tersebut, bahkan ada yang memiliki gigi kuning.
drg Nabilah Aulia Putri dari Klinik Happydenta mengatakan, jika ingin giginya putih tidak ada salahnya mencoba melakukan bleaching gigi.
Namun harus diketahui, bleaching kurang efektif untuk yang gigi kuning karena faktor genetik.
Selain itu bleaching juga kurang efektif untuk amelogenesis imperfecta, yakni kondisi gigi yang tidak dapat menghasilkan email gigi sehingga giginya menjadi lembek dan berwarna kuning.
Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Gigi Kuning dan Penyebabnya
Ada dua jenis bleaching yakni in office bleaching dan home bleaching.
In office bleaching adalah bleaching yang dilakukan di dokter gigi.
Hasilnya bisa lebih cepat terlihat.
Sedangkan home bleaching adalah bleaching yang dilakukan sendiri di rumah namun hasilnya tidak secepat in office bleaching.
Kalau hasilnya mau lebih cepat dan lebih tahan lama, harus melakukan in office bleaching dahulu setelahnya melakukan home bleaching.
Baca juga: Halo Dokter, Cara Mudah Mengatasi Milia
Biasanya ketahanannya bisa sampai 1-2 tahun.
Kalau hanya mau home bleaching, bisa membeli produk home bleaching sendiri.
Tapi kebanyakan produk home bleaching itu impor. Jarang sekali dijual dipasaran seperti di supermarket.
"Disarankan sebelum melakukan home bleaching, konsultasi dahulu ke dokter gigi. Sebab dikhawatirkan bahan-bahan yang ada di dalam produk home bleaching tidak cocok dan jadinya iritasi," kata drg Nabilah.
Setelah home bleaching tidak boleh makan dan minuman apapun yang berwarna selama 24 jam.
Setelahnya 24 jam baru boleh.
Tapi setiap selesai makan dan minum yang berwarna usahakan untuk kumur.
Jangan lupa untuk rajin sikat gigi termasuk di malam hari.
Tujuannya untuk membersihkan secara menyeluruh sisa makanan dan minuman termasuk warna yang ada didalam makanan dan minuman itu
Saat sikat gigi gunakan pasta gigi yang warnanya putih.
Jangan gunakan yang ada warna hijau, hitam, dan sebagainya.
Kalau mau pakai obat kumur juga harus yang warnanya putih.
"Ini dilakukan untuk menjaga supaya gigi putihnya bertahan lama. Sayang sekali kalau sudah susah payah bleaching tapi gigi putihnya tidak bertahan lama," ujar drg Nabilah.
Karies Gigi
Karies gigi menjadi gangguan pada gigi yang kerap dialami banyak orang.
Karies gigi ini sering dialami oleh anak-anak. Karena, anak-anak senang dengan makanan manis, seperti permen.
Hal ini tentu membuat para orang tua khawatir akan kondisi gigi anaknya.
Lantas bagaimana cara mencegah karies gigi pada anak? Berikut penjelasannya.
Seperti yang dijelaskan Owner Happydenta drg Aprilia Denta, karies gigi adalah rusaknya lapisan email gigi akibat hilangnya komposisi mineral atau demineralisasi.
Ciri-ciri karies gigi adalah ada makanan tersangkut di gigi, rasa tidak nyaman pada gigi, bau mulut, dan gigi terasa linu. Selain itu gigi yang normalnya berwana putih gading menjadi berwarna cokelat, kuning mendekati cokelat, dan menghitam.
Penyebab karies gigi pada anak-anak paling sering adalah karena sering minum susu pakai dot sebelum tidur dan dotnya tidak dilepas hingga bangun pagi harinya.
Sedangkan penyebab karies gigi pada orang dewasa paling sering adalah sering mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula atau yang manis, tidak rajin menyikat gigi, dan cara menyikat gigi tidak benar.
Jika sudah mengalami karies gigi sebaiknya datang langsung ke dokter gigi untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Sebab jika karies dibiarkan lama kelamaan akan menjadi lubang gigi.
Dokter gigi akan memberikan penanganan sesuai dengan kondisi kariesnya.
Kalau kariesnya belum parah, dokter akan menanganinya dengan cara memberikan mineral.
Tapi kalau kariesnya sudah parah dan sudah menjurus ke lubang gigi, dokter akan melakukan penambalan.
Namun daripada ditangani, lebih baik dicegah karies giginya.
Caranya dengan rajin menyikat gigi setiap hari. Terutama saat selesai sarapan dan malam hari sebelum tidur.
Cara menyikat gigi juga harus benar yakni dengan cara diputar.
Kemudian setiap habis makan atau minum yang dingin, tidak perlu langsung menyikat gigi. Tapi segera berkumur dengan air dingin atau air hangat.
Untuk anak-anak kalau giginya masih satu atau dua dan belum MPASI, orangtua bisa membantu menyikat gigi anak.
Caranya orang tua menggulung tangan dengan kasa steril, lalu mencelupkannya kedalam air hangat, kemudian sikat gigi anak.
"Kalau anaknya sudah MPASI bisa menggunakan odol. Saat ini sudah banyak odol yang aman untuk anak-anak yang dijual di pasaran. Kalau anak sudah di atas usia 2 tahun bisa diajari berkumur," ujar drg Aprilia.
Gigi Sensitif
Simak berikut ini permasalahan gigi yang kerap dialami setiap orang yakni gigi sensitif.
Tentu gigi sensitif membuat tidak nyaman, karena gigi akan terasa ngilu saat makan makanan manis atau dingin.
Owner Happy Denta drg Aprilia Denta mengatakan, penyebab gigi sensitif karena lubang kecil yang terdapat pada gigi.
Kalau lubangnya besar yang terjadi bukannya gigi sensitif, tapi giginya terasa sakit.
Penyebab lain adalah karena terjadinya penurunan gusi yang mengakibatkan email gigi terkikis dan akar gigi keluar.
Penurunan gusi ini paling sering terjadi pada orang-orang yang berusia 40 tahun ke atas.
Tapi ada juga orang-orang yang masih berusia di bawah 40 tahun sudah mengalami penurunan gusi karena sikat giginya lurus dan ditekan.
Padahal seharusnya sikat gigi yang benar diputar.
Selain itu, gigi sensitif juga bisa disebabkan oleh gingivitis gravidarum yang biasanya terjadi pada ibu hamil karena faktor hormonal, walaupun gigi ibu hamil itu sehat dan tidak ada plak.
Satu lagi penyebab gigi sensitif adalah kebiasaan menggretak gigi, yang bisa membuat email gigi terkikis.
Menggeretak gigi biasanya dilakukan orang secara tidak sadar pada saat tidur.
Saat mengalami gigi sensitif, yang harus dilakukan adalah mengganti pasta gigi khusus untuk gigi sensitif.
Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Treatment Acnes Machine
Jika setelah menggunakan pasta gigi ini ternyata gigi masih sensitif, segera ke dokter gigi.
"Tujuannya ke dokter gigi untuk melihat apa yang menjadi penyebab gigi sensitif, sehingga penyebab itu bisa segera diatasi. Misal penyebabnya adalah gigi berlubang, maka gigi berlubangnya harus ditambal," kata drg Aprilia, Minggu (3/10/2021). ( Tribunlampung.co.id / Jelita Dini Kinanti )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/halo-dokter-bagaimana-cara-gigi-putih-tahan-lama-setelah-bleaching.jpg)