Breaking News:

Muktamar NU

PBNU Gelar Rapat pada 7 Desember 2021 untuk Putuskan Jadwal Muktamar

Rapat harian syuriyah dan tanfidziyah ini diusulkan diselenggarakan pada hari Selasa, 7 Desember 2021 di Gedung PBNU dengan penerapan prokes.

Penulis: kiki adipratama | Editor: Reny Fitriani
NU Online
PBNU putuskan jadwal Muktamar NU 7 Desember 2021. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyampaikan surat resmi kepada Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Jumat (3/12/2021).

Surat itu berisi usulan untuk menyelenggarakan rapat harian syuriyah dan tanfidziyah PBNU dalam rangka memutuskan jadwal penyelenggaraan Muktamar Ke-34 NU di Lampung.

“Rapat harian syuriyah dan tanfidziyah ini diusulkan diselenggarakan pada hari Selasa, 7 Desember 2021 di Gedung PBNU dengan penerapan protokol kesehatan,” tulis Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini dikutip dari NU Online, Sabtu (4/12/2021).

Sekjen PBNU itu menyatakan, semula Munas dan Konbes NU telah memutuskan penyelenggaraan Muktamar NU adalah tanggal 23-25 Desember 2021.

"Namun sehubungan dengan ketentuan PPKM level 3 yang diberlakukan pemerintah, maka kami taat kepada keputusan pemerintah dengan menentukan kembali jadwal Muktamar ke-34," kata dia.

Helmy berharap, pelaksanaan muktamar NU dapat berlangsung dengan adem, teduh, berkualitas dan bermartabat.

"Itu menjadi prinsip bersama dalam spirit menjaga ukhuwwah dan memegang teguh khidmah kepada jamiyyah NU," tegasnya.

Di akun tersebut, Sekjen PBNU mengunggah foto bersama Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Rais ‘Aam KH Miftachul Akhyar, dan Katib Aam KH Yahya Cholil Staquf.

Muktamar merupakan forum permusyawaratan tertinggi di lembaga NU yang digelar setiap lima tahun sekali.

Agendanya antara lain mengevaluasi kinerja kepengurusan, menyusun program baru, dan memilih pengurus untuk periode selanjutnya

Pada gelaran Muktamar ke-34 NU kali ini, panitia memberikan batasan bagi peserta karena dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19. Masing-masing perwakilan dari pengurus wilayah dan cabang hanya tiga orang, yaitu rais syuriyah, ketua tanfidziyah, dan kiai pesantren atau non-struktural

(Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved