Breaking News:

Bandar Lampung

Dapat Kucuran Rp 600 Miliar, Pembangunan RS Unila Segera Dilanjutkan

Kucuran dana dari Asian Development Bank (ADB) sebesar 44 juta dolar AS (sekitar Rp 600 miliar) beserta dana pendampingan dari Unila.

Tribunlampung.co.id / Sulis Setia Markhamah
Perwakilan ADB Indonesia Sutarum Wiryono (berbatik cokelat) bersama PR IV Unila (kemeja putih), dan Direktur Belmawa Kemendikbud Aris Djunaidi (tengah), Selasa (7/12/2021).   

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pembangunan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Lampung akan dilanjutkan.

Rencananya, pengerjaan konstruksi RSPTN kembali dimulai pada April atau Mei 2022.

Berikut pembangunan gedung Integrated Research Centre (IRC) dan sarana prasarana pendukung lainnya.

Kucuran dana dari Asian Development Bank (ADB) sebesar 44 juta dolar AS (sekitar Rp 600 miliar) beserta dana pendampingan dari Unila akan mengoptimalkan realisasi pembangunannya.

Baca juga: Unila Terima Kunjungan Kerja Senat Politeknik Negeri Jakarta

Perwakilan ADB Indonesia bersama tim Belmawa Kemendikbud, Rektor Unila Karomani, Pembantu Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerjasama dan TIK Suharso meninjau langsung RSPTN Unila seluas 7,8 hektare itu, Selasa (7/12/2021).

Perwakilan ADB Indonesia Sutarum Wiryono mengapreasiasi kemajuan dari tim RSPTN Unila melalui pergerakan yang cukup bagus dengan tim yang dinilai sangat kompak.

“Ini awal yang baik. Untuk posisi pinjaman antara ADB sudah melakukan loan negosiation (negosiasi pinjaman) dengan Pemerintah Indonesia Juni lalu, sudah disetujui oleh Board of Director ADB pada November," tutur Sutarum dalam Workshop Project Readiness Criteria Higher Education for Technology and Inovation (HETI) Project Implementation Unit (PIU) di lantai dua Rektorat Unila, Selasa.

"Kita berharap langsung penandatanganan pinjaman atau loan signing, tapi Pemerintah Indonesia meminta dokumen pertanggungjawaban mutlak dan penyerapan anggaran," papar dia.

Di tahap awal 2022 mendatang, terusnya, dana pinjaman tersebut sudah akan digunakan untuk pembangunan yang sifatnya fisik/kontruksi bangunan, sarana prasarana, pengadaan equipment untuk mendukung laboratorium rumah sakit, dan juga untuk capacity building (pembangunan sumber daya manusia).

Baca juga: Unila Gelar Persiapan Akreditasi Internasional Program Studi

“Kami dari ADB memang meminta supaya komponen capacity building ini ditingkatkan, karena kita bukan membangun rumah sakit atau research centre saja, tapi membangun suatu ekosistem yang insya Allah memberi dampak jangka panjang,” jelas Sutarum.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved