Berita Terkini Nasional

Viral Nenek Menangis Minta Tolong ke Presiden Jokowi karena Dianiaya Anak dan Cucu

Viral seorang nenek menangis minta tolong ke Presiden Jokowi karena dianiaya anak dan cucu.

Penulis: Bambang Irawan | Editor: taryono
Tribun MedanTV
Viral Kisah Nenek Minta Tolong ke Presiden Jokowi karena Dianiaya Anak dan Cucu 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Viral nenek menangis minta tolong ke Presiden Jokowi karena dianiaya anak dan cucu.

Keluarga nenek Lempeh (91) korban penganiayaan oleh anak dan cucunya histeris di Polrestabes Medan, Kamis (16/12/2021), mereka menuntut pelaku segera di hukum.

Mereka tak kuasa menahan kesedihan pasalnya sudah 8 bulan laporan penganiayaan yang dilaporkan kepada pihak polisi belum menemui kejelasan.

Keluarga bertambah kesal dan meluapkan kesedihannya seusai gelar perkara di Polrestabes Medan.

Mereka sedih karena hingga saat ini polisi belum juga menahan pelaku penganiaya yakni Ibrahim Ginting dan Jeremia Ginting yang merupakan anggota TNI.

Amatan Tribun keluarga nenek Lempeh menangis sejadi jadinya hingga bersujud ke tanah.

Mereka meminta agar Presiden Jokowi membantu kasus yang dialami nenek Lempeh.

"Tolong kami bapak Jokowi, tegakan lah keadilan di Indonesia ini. Tolong kami bapak Kapolri. Tolong kami orang kecil ini," ujarnya sambil menangis di Polrestabes Medan.

Sementara itu Johannes Sitanggang kuasa hukum nenek Lempeh mengatakan dalam gelar perkara tadi menceritakan kembali kasus kekerasan yang dialami nenek Lempeh.

"Jadi siang tadi menceritakan kembali fakta bahwa dia dianiaya dengan cara ditarik bahu sama tangannya luka. Jadi gelar perkara tadi begitulah fakta sebenarnya," kata Johanes.

Johanes pun berharap agar kasus itu cepat mendapat kepastian hukum sebab telah memakan waktu yang cukup lama.

Korban saat itu mau diangkat oleh para pelaku tanpa alasan yang jelas hendak dibawa kemana. Walhasil, terjadi keributan saat itu sampai mendatangkan warga sekitar.

"Korban saat itu sampai ditarik paksa. Akibat kejadian itu, bahu korban bengkak, kaki bengkak, kedua tangan luka - luka, dan korban juga mengaku pinggangnya nyeri," ujarnya.

Belakangan, diketahui dugaan motif para pelaku memperlakukan korban seperti itu karena persoalan tanah.

Korban saat ini menguasai tanah 1,2 Ha. Tetapi, Ibrahim selaku anak kedua Lempeh ngebet ingin memiliki tanah tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved