Kesehatan

Halo Dokter, Bagaimana Cara Merawat Gigi Agar Terlihat Putih dan Sehat

Berikut penjelasan Halo Dokter bagaimana cara merawat gigi agar putih dan sehat, dengan memperhatikan kandungan pasta gigi hingga bleaching.

Tayang:
Editor: Hanif Mustafa
Pixabay/Martin Slavoljubovski
Ilustrasi. Berikut penjelasan Halo Dokter bagaimana cara merawat gigi agar putih dan sehat. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Simak berikut penjelasan bagaimana cara dalam merawat gigi agar putih dan sehat.

Tentu memiliki gigi putih dan bersih dambaan setiap orang.

Namun tak semua orang memiliki gigi dengan kondisi yang putih juga bersih.

Setelah beranjak dewasa, sebagian besar orang mengalami perubahan warna gigi dari yang berwarna putih menjadi kekuningan.

Ternyata perubahan warna gigi itu disebabkan oleh faktor genetic, faktor makanan juga minuman yang dikonsumsi dan kebiasaan yang dilakukan oleh setiap orang.

Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Wajah V-Shape dan Bagaimana Prosedurnya

Warna gigi kekuningan ini membuat banyak orang tak percaya diri untuk senyum dan berbicara dengan orang lain.

Lalu bagaimana caranya agar gigi putih dan sehat?

Sudah rajin menyikat gigi, tapi masih merasa tak ada perubahan?

Rupanya, sekadar rajin menyikat gigi tak bisa menjadi solusi jitu untuk mendapatkan gigi putih dan bersih.

Dilansir dari laman The Independent, berikut 4 cara merawat gigi agar putih dan bersih.

Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Gigi Kuning dan Penyebabnya

1. Bersihkan Gigi dengan Benar

Menjaga kebersihan gigi dengan baik adalah cara terbaik untuk mencegah gigi menjadi kuning.

Gigi kuning ini terjadi karena adanya penumpukan plak yang tak dibersihkan pada gigi.

Sehingga menyikat gigi dengan benang gigi dan menggunakan obat kumur tidak boleh dianggep remeh.

Menyikat gigi dengan cara yang benar juga harus diperhatikan.

Menyikat gigi dengan gerakan yang salah hanya akan menyia-nyiakan waktu Kamu.

Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Bleaching Gigi

Disarankan saat menyikat gigi harus menggerakan sikat gigi dengan gerakan memutar yang lembut untuk menghilangkan plak.

Plak yang tidak terangkat di gigi itu dapat mengeras, sehingga menyebabkan penumpukan kalkulus dan gingivitis (penyakit gusi dini).

Tak hanya itu, menggosok gigi sebelum tidur menjadi ritual wajib yang harus Kamu lakukan setiap hari, agar gigi tetap putih dan bersih.

Namun nyatanya, masih banyak orang yang mengabaikan ritual menggosok gigi di malam hari.

Padahal, menyikat gigi sebelum tidur ini dapat membantu menghilangkan kuman dan plak yang menumpuk sepanjang hari.

2. Gunakan Kandungan Pasta Gigi Berfluorida

Dalam menyikat gigi, yang juga harus diperhatikan adalah pasta gigi yang digunakan.

Kamu bisa menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride dan flossing untuk membantu merawat gigi agar tetap putih.

Zat fluoride menjadi andalan dalam hal menjaga kesehatan mulut sejak lama, karena zat ini menjadi pertahanan terdepan dalam melawan kerusakan gigi.

Zat ini bekerja dengan melawan kuman yang dapat menyebabkan pembusukan, serta menyediakan pelindung untuk gigi Kamu.

Orang yang giginya kuning ada yang mencoba mengatasi gigi kuningnya dengan menggunakan pasta gigi. Menurut drg Nabilah, pasta gigi bisa membantu mengatasi gigi kuning.

Tapi hasilnya tidak akan maksimal 

"Hasil yang dimaksud adalah gigi kuning iti jadinya tidak akan terlalu putih. Sebab kadar untuk memutihkan gigi didalam pasta gigi sangat kecil agar lebih aman karena pasta gigi digunakan semua orang," urai drg Nabilah.

Sehingga, diperlukan perawatan yang lebih ekstra jika ingin mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

3. Hindari Kebiasaan Buruk

Selain penumpukan plak, munculnya noda atau pengikisan lapisan email gigi yang merupakan lapisan luar, juga dapat menyebabkan perubahan warna gigi.

Tak hanya memperhatikan cara bersihkan gigi dengan benar, juga ada banyak hal yang harus kamu hindari untuk melindungi gigi menjadi warna kuning.

drg Nabilah Aulia Putri dari Klinik Happydenta mengatakan, gigi kuning bisa disebabkan oleh faktor genetik.

Umumnya orang yang giginya kuning karena faktor genetik, gigi kuningnya akan langsung muncul.

Berbeda dengan yang gigi kuning karena faktor selain genetik, gigi kuning tidak akan langsung muncul.

Butuh waktu untuk giginya menjadi kuning. 

Faktor selain genetik ini yakni mengonsumsi antibiotik secara berkala ketika masih kecil, atau ketika ibunya hamil harus minum antibiotik secara berkala yang menyebabkan ibunya dan anaknya giginya menjadi kuning. 

Faktor lain yang menyebabkan gigi kuning adalah sering mengonsumsi makanan dan minuman yang berwarna.

Baik itu makanan dan minuman yang warnanya pekat maupun tidak pekat.

Apalagi kalau setelah mengonsumsi makanan dan minuman berwarna tidak langsung kumur, dan tidak rajin menyikat gigi terutama saat malam hari sebelum tidur, sudah dipastikan gigi akan menjadi kuning.

Sebab ketika tidak menyikat gigi, akan timbul plak gigi yang lama kelamaan akan menyebabkan karang gigi.

Nah, karang gigi akan membuat sisa makanan serta minuman termasuk warna yang terdapat di makanan dan minuman itu lebih mudah masuk kedalam gigi yang menyebabkan gigi menjadi kuning.

Meski tidak harus menghindari makanan dan minuman semacam itu sama sekali, tidak ada salahnya untuk berhati-hati dan membatasi asupannya.

Selain itu gigi kuning juga bisa karena kebiasaan merokok.

Jangankan gigi, gusi pun bisa menjadi kuning, karena didalam rokok TAR yang merupakan senyawa berwarna yang sangat lengket.

4. Periksa ke Dokter Gigi Secara Rutin

Selanjutnya, memeriksakan kondisi gigi ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali harus dilakukan agar gigi mu tetap putih dan sehat.

Minimal, periksakan ke dokter gigi untuk pembersihan dan pemeriksaan dua kali setahun.

Si dokter gigi tidak hanya dapat menghilangkan noda dan mencari gigi berlubang, tetapi juga dapat menemukan masalah potensial dan menawarkan solusi perawatan.

5. Perawatan Kecantikan oleh Dokter Gigi

Jika cara 1-3 tak berhasil, disarakan untuk menggunakan cara yang lebih untuk mendapatkan gigi putih dan sehat.

Disarankan untuk menggunakan perawatan kecantikan, termasuk menggunakan satu set pemutih gigi terbaik.

Kamu bisa menggunakan strip pemutih gigi dengan melekatkannya pada bagian atas dan bawah gigi.

Tak lama, bahan kimia dalam strip gigi akan membuat gigimu putih bersih.

Cara selanjutnya adalah dengan melakukan veneer.

Namun veneer adalah pilihan paling ekstrim dan paling mahal, memakan biaya jutaan rupiah.

Yang terakhir, Kamu juga bisa melakukan bleaching untuk membuat warna gigimu kembali putih dan bersih.

drg Nabilah Aulia Putri dari Klinik Happydenta mengatakan, jika ingin giginya putih tidak ada salahnya mencoba melakukan bleaching.

Namun harus diketahui, bleaching kurang efektif untuk yang gigi kuning karena faktor genetik.

Selain itu bleaching juga kurang efektif untuk amelogenesis imperfecta, yakni kondisi gigi yang tidak dapat menghasilkan email gigi sehingga giginya menjadi lembek dan berwarna kuning 

Ada dua jenis bleaching yakni in office bleaching dan home bleaching.

In office bleaching adalah bleaching yang dilakukan di dokter gigi.

Hasilnya bisa lebih cepat terlihat.

Sedangkan home bleaching adalah bleaching yang dilakukan sendiri di rumah namun hasilnya tidak secepat in office bleaching.

Kalau hasilnya mau lebih cepat dan lebih tahan lama, harus melakukan in office bleaching dahulu setelahnya melakukan home bleaching.

Biasanya ketahanannya bisa sampai 1-2 tahun. 

Kalau hanya mau home bleaching, bisa membeli produk home bleaching sendiri.

Tapi kebanyakan produk home bleaching itu impor. Jarang sekali dijual dipasaran seperti di supermarket.

"Disarankan sebelum melakukan home bleaching, konsultasi dahulu ke dokter gigi. Sebab dikhawatirkan bahan-bahan yang ada di dalam produk home bleaching tidak cocok dan jadinya iritasi," kata drg Nabilah.

Setelah home bleaching tidak boleh makan dan minuman apapun yang berwarna selama 24 jam.

Setelahnya 24 jam baru boleh.

Tapi setiap selesai makan dan minum yang berwarna usahakan untuk kumur.

Jangan lupa untuk rajin sikat gigi termasuk di malam hari.

Tujuannya untuk membersihkan secara menyeluruh sisa makanan dan minuman termasuk warna yang ada didalam makanan dan minuman itu 

Saat sikat gigi gunakan pasta gigi yang warnanya putih.

Jangan gunakan yang ada warna hijau, hitam, dan sebagainya.

Baca juga: Halo Dokter, Apa Penyebab Rambut Rontok dan Cara Mengatasinya

Kalau mau pakai obat kumur juga harus yang warnanya putih. 

"Ini dilakukan untuk menjaga supaya gigi putihnya bertahan lama. Sayang sekali kalau sudah susah payah bleaching tapi gigi putihnya tidak bertahan lama," ujar drg Nabilah. ( Tribunlampung.co.id / Putri Salamah / Jelita Dini Kinanti )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved