Kesehatan

Halo Dokter, Apa Itu Diabetes, Jenis dan Sebabnya

Diabetes merupakan penyakit yang dikenal sebagai penyakit ‘pembunuh senyap’. Lantas, apa itu diabetes?

Penulis: Putri Salamah | Editor: Kiki Novilia
Kompas.com
Halo Dokter, Apa Itu Diabetes, Jenis dan Sebabnya. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Diabetes merupakan penyakit yang dikenal sebagai penyakit ‘pembunuh senyap’. Lantas, apa itu diabetes?

Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa darah).

Seperti diketahui, glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia.

Namun, penderita Diabetes tidak mampu tubuhnya memproses gula.

Biasanya, ketika orang non-Diabetes mengonsumsi gula, pankreas akan melepaskan enzim yang disebut insulin untuk mengubah gula menjadi energi.

Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Gigi Keropos 

Namun, pada penderita penyakit Diabetes, pankreas tidak membuat insulin dan tubuh menjadi resisten terhadapnya.

Akibatnya, gula darah tersebut akan menumpuk di arteri dan merusaknya pembuluh darah.

Padahal, arteri punya fungsi vital untuk mengalirkan darah berisi oksigen dari jantung ke seluruh tubuh.

Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh.

Jika Diabetes tidak mendapat penanganan yang serius, hal ini dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung, kebutaan, sirkulasi yang buruk, hingga amputasi.

Baca juga: Halo Dokter, Cara Identifikasi Gejala Selesma

Ada pun, Diabetes tipe 1 yang juga disebut "Diabetes remaja" dapat berkembang pada usia berapa pun dan secara spontan.

Diabetes tipe 1 dapat meningkat menjadi tipe 2.

Di Amerika Serikat misalnya, terjadi lonjakan penderita Diabetes tipe 2 dan para ahli memperkirakan bahwa 1 dari 10 orang akan menderita Diabetes pada tahun 2045.

Hal ini disebut para ahli disebabkan oleh pilihan pola makan dan gaya hidup.

Jenis-jenis Diabetes

Secara umum, penyakit Diabetes dibedakan menjadi dua jenis, yakni Diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Dilansir dari Alodokter, Diabetes tipe 1 terjadi karena system kekebalan tubuh penderita menyerang dan menghancurkan sel-sel pancreas yang memproduksi insulin.

Hal ini meningkatan kadar glukosa darah, sehingga terjadi kerusakan pada organ-organ tubuh.

Diabetes tipe 1 ini juga dikenal dengan sebutan Diabetes autoimun.

Dugaan yang paling kuat yang menyebakan orang menderita penyakit ini adalah factor genetic dan dipengaruhi juga oleh factor lingkungan.

Sementara Diabetes tipe 2, jenis ini diketahui lebih sering terjadi.

Diabetes jenis ini disebabkan oleh sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin, sehingga insulin yang dihasilkan tidak dapat dipergunakan dengan baik (resistensi sel tubuh terhadap insulin).

Sekitar 90-95% persen penderita Diabetes di dunia menderita Diabetes tipe ini.

Selain kedua jenis Diabetes tersebut, terdapat jenis Diabetes khusus pada ibu hamil yang dinamakan Diabetes gestasional.

Diabetes pada kehamilan disebabkan oleh perubahan hormon, dan gula darah akan kembali normal setelah ibu hamil menjalani persalinan.

Penyebab Diabetes

Orang yang menderita penyakit Diabetes tipe 2 dapat dilihat dari berbagai factor.

Tetapi, penyebab utamanya adalah pola makan yang tidak sehat dan mengonsumsi terlalu banyak gula tambahan.

Ketika tubuh dibanjiri gula -karena banyak makanan olahan bisa diubah menjadi gula-, tubuh dapat menjadi resisten terhadap insulin.

Sehingga cara menghindari hal tersebut adalah dengan melakukan diet yang tidak membatasi suplai insulin di penderita.

Spesialis kedokteran keluarga di CHA Hollywood Presbyterian Medical Center di Los Angeles, Thomas Horowitz, DO juga menyarankan agar orang-orang mengonsumsi makanan yang terurai.

Atau memiliki gula yang terbatas, misalnya protein, biji-bijian, dan sayuran.

Faktor Risiko Diabetes

Seseorang akan lebih mudah mengalami Diabetes tipe 1 jika memiliki faktor-faktor risiko, seperti:

Memiliki keluarga dengan riwayat Diabetes tipe 1.

Menderita infeksi virus.

Orang berkulit putih diduga lebih mudah mengalami Diabetes tipe 1 dibandingkan ras lain.

Diabetes tipe 1 banyak terjadi pada usia 4-7 tahun dan 10-14 tahun, walaupun Diabetes tipe 1 dapat muncul pada usia berapapun.

Sedangkan pada kasus Diabetes tipe 2, seseorang akan lebih mudah mengalami kondisi ini jika memiliki faktor-faktor risiko, seperti:

Kelebihan berat badan.

Memiliki keluarga dengan riwayat Diabetes tipe 2.

Memiliki ras kulit hitam atau asia.

Kurang aktif. Aktivitas fisik membantu mengontrol berat badan, membakar glukosa sebagai energi, dan membuat sel tubuh lebih sensitif terhadap insulin. Kurang aktif beraktivitas fisik menyebabkan seseorang lebih mudah terkena Diabetes tipe 2.

Usia. Risiko terjadinya Diabetes tipe 2 akan meningkat seiring bertambahnya usia.

Menderita tekanan darah tinggi (hipertensi).

Memiliki kadar kolesterol dan trigliserida abnormal. Seseorang yang memiliki kadar kolesterol baik atau HDL (high-density lipoportein) yang rendah dan kadar trigliserida yang tinggi lebih berisiko mengalami Diabetes tipe 2.

Khusus pada wanita, ibu hamil yang menderita Diabetes gestasional dapat lebih mudah mengalami Diabetes tipe 2. Selain itu, wanita yang memiliki riwayat penyakit polycystic ovarian syndrome (PCOS) juga lebih mudah mengalami Diabetes tipe 2.

Pengobatan Diabetes

Pengobatan seperti apa yang harus dilakukan bagi seseorang yang terkena penyakit Diabetes?

Pasien Diabetes diharuskan untuk mengatur pola makan dengan memperbanyak konsumsi buah, sayur, protein dari biji-bijian, serta makanan rendah kalori dan lemak. 

Pilihan makanan untuk penderita Diabetes juga sebaiknya benar-benar diperhatikan.

Bila perlu, pasien Diabetes juga dapat mengganti asupan gula dengan pemanis yang lebih aman untuk penderita Diabetes, sorbitol. 

Pasien Diabetes dan keluarganya dapat melakukan konsultasi gizi dan pola makan dengan dokter atau dokter gizi untuk mengatur pola makan sehari-hari.

Untuk membantu mengubah gula darah menjadi energi dan meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin, pasien dianjurkan untuk berolahraga secara rutin, setidaknya 10-30 menit tiap hari.

Pasien dapat berkonsultasi dengan dokter untuk memilih olahraga dan aktivitas fisik yang sesuai.

Baca juga: Halo Dokter, Apa Penyebab Terjadinya Infeksi Jamur

Itulah penjelasan soal apa itu diabetes. (Tribunlampung.co.id / Putri Salamah )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved