Bandar Lampung
BPBD Bandar Lampung Pantau Daerah Rawan Banjir Rob
BPBD Bandar Lampung terus melakukan pemantauan terhadap daerah-daerah rawan banjir Rob akibat cuaca ekstrem. Kepala BPBD Bandar Lampung Syamsul Rah
Penulis: kiki adipratama | Editor: soni
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - BPBD Bandar Lampung terus melakukan pemantauan terhadap daerah-daerah rawan banjir Rob akibat cuaca ekstrem.
Kepala BPBD Bandar Lampung Syamsul Rahman mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan kedaerah-daerah rawan banjir Rob.
Seperti di Kecamatan Bumi Waras, Teluk Betung Selatan, dan Kecamatan Panjang yang menjadi langganan banjir Rob.
"Kita, bersana ibu wali kota saat melakukan oemantau kedaerah pesisir sering mengimbau kepada warga kalo ombak besar bisa mengungsi dulu," kata Syamsul, Rabu (29/12/2021).
Menurut Syamsul, BPBD Bandar Lampung belum mendapati laporan dari warga yang membutuhkan evakuasi.
BPBD juga mengimbau agar warga di lokasi tersebut segera melapor apabila terjadi hal-hal yang tak tertangani segera melaporkan pada petugas.
"Apabila terjadi sesuatu hal yang tidak tertangani segera lapor ke petugas BPBD di masing-masing Kecamatan," kata Syamsul
Jika dalam situasi terdesak, menurut Syamsul warga pesisir pantai bisa mengungsi ketempat-tempat umum.
Seperti Kantor Kelurahan, tempat ibadah, atau rumah-rumah warga.
"Kami sudah mengarahan warga agar ketempat-tempat lebih aman atau kerumah warga atau kantor kelurahan, tempat ibadah," kata Syamsul.
Selain itu, dia mengimbau warga untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Baca juga: BMKG Imbau Masyarakat Waspada Potensi Banjir Rob di Teluk Lampung
Terlebih dalam kondisi cuaca dengan intensitas hujan tinggi. Sebab, sumbatan-sumbatan sampah tersebut yang menjadi penyebab utama terjadinya banjir.
Kemudian, terusnya, orang tua harus melarang anak-anak untuk tidak keluar saat hujan turun.
"Jadi kami imbau betul kepada warga jangan buang sampah sembarang, dan anak-anak ketika hujan jangan keluar rumah. Kita gak tau karena sudah ada anak yang hanyut akibat kepleset dan terbawa arus air," jelas Syamsul.