Breaking News:

Kesehatan

Halo Dokter, Apa Itu Usus Buntu dan Cara Mengobatinya

Owner Ganta Sehat Medical Center di Way Kanan dr Aldo Aprizo mengatakan seseorang yang mengalami usus buntu akan merasakan gejala berupa demam, mual.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi pribadi
dr Aldo Aprizo. Apa itu usus buntu dan cara mengobatinya. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Menyantap makanan yang tidak sehat dan tidak bersih sering kali dilakukan banyak orang.

Padahal makan-makanan tersebut mengandung bakteri yang bisa menginfeksi usus lalu sebabkan usus buntu (apendisitis).

Owner Ganta Sehat Medical Center di Way Kanan dr Aldo Aprizo mengatakan seseorang yang mengalami usus buntu akan merasakan gejala berupa demam, mual, dan nyeri perut yang berasal dari ulu ati lalu menjalar ke bagian kanan agak ke bawah.

Nyeri perut ini jika disentuh sedikit saja akan terasa sakit.

Nyeri perut ini sering disangka sebagai sakit maag apalagi disertai dengan mual yang persis dengan gejala maag, yang membuat nyeri perut ini diabaikan atau diobati dengan cara minum obat maag. 

Ada juga yang menganggap nyeri perut adalah gejala sakit perut biasa dan mengatasinya dengan cara diurut perutnya.

Padahal urut perut tidak boleh dilakukan karena bisa berisiko membuat usus buntunya pecah (perforasi).

Sampai sekarang masih banyak orang yang melakukan urut perut, karena urut perut dianggap salah satu cara untuk mengatasi sakit perut atau nyeri pada perutnya.

"Tanpa diurut pun, sebenarnya bisa berisiko mengalami perforasi jika tidak diobati, terlambat diobati, atau pengobatannya tidak tepat. Apalagi kalau sampai perutnya diurut sudah pasti berisiko perforasi," kata dr Aldo

Kalau sudah mengalami perforasi, akan merasakan nyeri perut hebat, gelisah, kesadaran menurun, dan keringat dingin. Pengobatan perforasi hanya dengan operasi. 

Baca juga: Halo Dokter, Ciri-ciri dan Cara Mengatasi Purging

Untuk itu sebelum terjadi perforasi, segera ke dokter untuk diperiksa.

Dokter akan melakukan pemeriksaan berupa USG dan lab untuk memastikan itu adalah usus buntu.

Kalau sudah dipastikan itu adalah usus buntu, dokter akan memberikan pengobatan yakni antibiotik dan obat-obatan sesuai gejalanya selama 3-5 hari.

Jika setelah 3-5 hari ada perubahan dilanjutkan hingga 10 hari. Namun jika tidak ada perubahan harus dilakukan operasi usus buntu.

(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved