Breaking News:

Lampung Selatan

PTM di Lampung Selatan Masih 50 Persen dan Dibagi 2 Sesi

Dengan dua sesi, terus dia, jumlah siswa yang belajar di kelas masih dibatasi 50 persen dari kapasitas ruangan kelas.

Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus
Sekretaris Satgas Covid-19 Lampung Selatan Badruzzaman. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Siswa di Lampung Selatan akan mulai menjalani pembelajaran tatap muka (PTM).

Sekretaris Satgas Covid-19 Lampung Selatan Badruzzaman mengatakan, pihaknya telah rapat bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Lampung Selatan terkait perpanjangan masa PTM.

"Kita baru saja kelar rapat bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan terkait perpanjangan masa pembelajaran tatap muka di Lampung Selatan. Dalam rapat tersebut kami membahas SKB 4 menteri terkait perpanjangan pembelajaran tatap muka di sini," kata Badruzzaman, Senin (3/1/2022).

"SKB 4 menteri yang terbaru itu mensyaratkan apabila memungkinkan seluruh siswa itu sudah harus sekolah 100 persen kehadirannya," jelasnya.

Baca juga: Disdik Bandar Lampung Klaim Tidak Ada Klaster Covid-19 Selama PTM

"Nanti kita tidak lagi menggunakan metode online atau daring. Dalam PTM nanti semua akan belajar di sekolah. Namun akan dibuat dua sesi dalam setiap pembelajaran," imbuh dia.

Dengan dua sesi, terus dia, jumlah siswa yang belajar di kelas masih dibatasi 50 persen dari kapasitas ruangan kelas.

Badruzzaman menjelaskan, syarat untuk pembelajaran tatap muka di sekolah yakni capaian vaksinasi tenaga pendidik dosis kedua harus sudah mencapai 80 persen.

"Syaratnya vaksinasi tenaga pendidikan harus mencapai 80 persen. Nah, capaian vaksinasi tenaga pendidikan kita sudah mencapai 90 persen. Jadi kita sudah bisa melaksanakan PTM di sekolah," imbu dia.

"Kemudian syarat lainnya vaksinasi lansia dosis 2 minimal 50 persen. Dan kita belum mencapai itu sehingga kita masih melakukan PTM dengan dua sesi," terangnya.

Baca juga: Pemkot Bandar Lampung Tunda Lagi PTM SD dan SMP, Ini Alasannya

Badruzzaman menambahkan, dari evaluasi yang dilakukan, pihaknya tidak menemukan adanya klaster baru penyebaran Covid-19 di sekolah selama digelarnya PTM terbatas.

"Evaluasi PTM hari ini memang akhir perpanjangannya PTM tahun kemarin. Evaluasi itu bersama Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, perwakilan dari provinsi dan Kemenag," jelasnya.

"Untuk perpanjangan PTM akan kami rapat kembali, sambil berjalannya vaksin anak usia 6-11 tahun. Dari hasil evalusi PTM tadi, kami tidak menemukan klaster penyebaran Covid-19 setelah dilakukan testing acak," pungkasnya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved