Breaking News:

Tanggamus

Semua Kecamatan di Tanggamus Didirikan Sekretariat Vaksin Covid-19

Ia mengaku, di sekretariat berisi aparat gabungan. Mulai dari puskesmas, kepolisian TNI, aparat kecamatan dan lainnya.

Penulis: Tri Yulianto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id / Robertus Didik B C
Dinas Kesehatan Tanggamus mendirikan sekretariat vaksin Covid-19 di setiap kecamatan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Dinas Kesehatan Tanggamus menyatakan sekretariat vaksin Covid-19 sudah ada di tiap kecamatan.

Menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Tanggamus Bambang Sutejo, lewat sekretariat tersebut untuk akan dikumpulkan data masyarakat yang belum mendapatkan vaksin Covid-19.

"Polanya semua data masyarakat dari tiap pekon yang belum divaksin dikumpulkan. Lalu nantinya tim gabungan datang bersama ke warga yang belum vaksin dan divaksin," ujar Bambang, Kamis (6/1/2022).

Ia mengaku, di sekretariat berisi aparat gabungan. Mulai dari puskesmas, kepolisian TNI, aparat kecamatan dan lainnya.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Baru 48 Persen, Pringsewu Belum Bisa Dapat Vaksin Booster

Nantinya mereka akan bergerak bersama untuk laksanakan vaksinasi door to door. 

"Dengan adanya sekretariat nanti hasilnya diadakan sweeping. Mencari siapa warga yang belum divaksin, lalu didatangi sama-sama untuk divaksin," terang Bambang. 

Adanya sekretariat untuk fokus pada masyarakat yang belum sama sekali divaksin. Dengan begitu mereka bisa diberikan vaksin. 

Sedangkan bagi yang sudah pernah divaksin tinggal menunggu kapan jadwal dosis keduanya. Untuk kelompok ini amino mereka terhadap vaksinasi Covid-19 sudah ada.

Bambang mengaku, pola sekretariat akan dipertahankan sampai beberapa waktu mendatang sampai seluruh sasaran vaksinasi menerima vaksin. 

Sedangkan pola gerai-gerai vaksin, sekarang mulai dikurangi.

Sebab sebagian besar sasaran sudah tercapai tinggal mencari sasaran yang belum divaksin saja. 

"Jadi untuk ke depan lebih efektif mendirikan sekretariat vaksin karena data sasaran yang belum vaksin langsung didapat dan diketahui," terang Bambang. 

Menurutnya antara pola dirikan gerai vaksin dan sekretariat sama bebannya, bedanya hanya pada efektivitas mendapatkan sasaran yang masih minim kesadaran untuk vaksin. 

Sementara ini kedua pola itu masih dijalankan sampai nantinya keluar instruksi lainnya seperti vaksinasi bagi anak, vaksinasi dosis III atau booster.

( Tribunlampung.co.id / Tri Yulianto )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved