Breaking News:

Pringsewu

Bangunan di Enam Pekon Pringsewu Lampung Rusak Terdampak Pohon Tumbang

Bangunan di  enam pekon Kabupaten Pringsewu terdampak hujan lebat yang disertai angin kencang, Sabtu, 8 Januari 2022 sore.

tribun lampung / robertus didik budiawan
Petugas BPBD Pringsewu mengevakuasi pohon tumbang 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Bangunan di  enam pekon Kabupaten Pringsewu terdampak hujan lebat yang disertai angin kencang, Sabtu, 8 Januari 2022 sore.

Bangunan yang tersebar di enam pekon ini sekitar delapan unit. Mayoritas rusak akibat tertimpa pohon tumbang.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun mengakibatkan rusak di sejumlah bangunan, sehingga menimbulkan kerugian material hingga puluhan juta.

Kasi Kesiapsiagaan BPBD Pringsewu Agus Purnomo mengungkapkan, bila kerusakan pada setiap bangunan yang terjadi tidak terlalu berat.

"Tidak rusak berat, hanya pada pojoknya. Pada bagian atap bangunan. Tidak ada yang merubuhi total atap bangunan, tidak ada," kata Agus, Minggu, 9 Januari 2022.

Ditambahkan Agus, ada yang kena pojokan, dapur atau ruang tamu. 

Tidak hanya itu, menurut Agus, pohon tumbang juga merusakkan atap bangunan Pamsimas di Pekon Tanjung Anom, Kecamatan Ambarawa.

Selain bangunan Pamsimas, juga merusakkan satu rumah di pekon tersebut. Juga dua rumah di pekon Jati Agung, Kecamatan Ambarawa.

Lalu dua rumah Pekon Gadingrejo Timur, Kecamatan Gadingrejo. Serta bangunan di tiga Pekon yang ada di Kecamatan Pagelaran. Yakni, Pekon Karangsari, Panutan dan Sukaratu.

Karena kejadian itu, lanjut Agus, pihaknya langsung melakukan proses evakuasi pohon tumbang.
Lantaran jarak cukup lumayan lokasi yang terdampak pohon tumbang, sehingga evakuasi dilakukan hingga Minggu, 9 Januari 2022 siang.

Baca juga: Warga dan TNI di Pringsewu Gotong Royong Bersihkan Puing dan Pohon Tumbang

Atas kejadian tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Pringsewu Edi Sumber Pamungkas mengimbau supaya warga melakukan penataan terhadap pohon-pohon besar di dekat bangunan.

Mengingat situasi cuaca yang tidak menentu dan membahayakan bagi bangunan di sekitarnya. "Kami berharap dilakukan pemangkasan," katanya. ( Tribunlampung / Robertus Didik Budiawan )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved