Breaking News:

Pringsewu

Saluran Irigasi Meluap dan Picu Banjir di Pardasuka Pringsewu Dinormalisasi

Kabid PKS BPBD Pringsewu Pahrurozi mengungkapkan, bila tidak segera dinormalisasi, irigasi tersebut bisa kembali meluap.

Tribunlampung.co.id / Robertus Didik
Saluran irigasi primer di Pekon Pardasuka, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu dinormalisasi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Saluran irigasi primer di Pekon Pardasuka, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu dinormalisasi.

Pasalnya, irigasi tersebut sudah dua kali meluap selama Desember 2021 dan memicu banjir.

Warga dengan dibantu BPBD Pringsewu pun menormalisasi saluran sepanjang 800 meter tersebut.

Normalisasi dilaksanakan selama tiga hari, yakni Jumat (7/1/2022) hingga Minggu (9/1/2022).

Baca juga: BPBD Bandar Lampung Sebut 9 Kelurahan Rawan Banjir

Normalisasi dilakukan dengan mengangkat sedimentasi dan melebarkan aliran irigasi dari 1 meter menjadi 2 meter.

Kabid PKS BPBD Pringsewu Pahrurozi mengungkapkan, bila tidak segera dinormalisasi, irigasi tersebut bisa kembali meluap.

Dia menjelaskan, tahun lalu telah terjadi dua kali banjir, yakni pada 10 dan 29 Desember 2021.

Faktor utama banjir yang mengakibatkan terendamnya tempat tinggal warga di Pekon Pardasuka itu adalah pendangkalan irigasi, khususnya di Dusun Ujung Gunung dan Dusun Marga Bhatin, Pekon Pardasuka, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu.

Normalisasi irigasi melibatkan warga tiga dusun, yaitu Dusun Jatiagung, Dusun Ujung Gunung, dan Dusun Marga Bhatin.

Baca juga: Banjir Rendam Desa di Mesuji Lampung, Dissos Dorong Kades Data Warga Terdampak

Brigade Al Shintan Kabupaten Pringsewu menerjunkan ekskavator mini untuk membantu proses normalisasi.

Tokoh pemuda yang juga Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Pardasuka mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat.

"Semoga dengan normalisasi Boloran tidak akan terjadi banjir lagi di wilayah kami," ujarnya.

"Warga juga harus peduli dengan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan di aliran yang dapat menyebabkan banjir," ujarnya.

( Tribunlampung.co.id / Robertus Didik Budiawan )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved