Kesehatan
Halo Dokter, Jenis-jenis Batuk dan Cara Mengatasinya
dr Aditya M Biomed dari UPTD Labkesda Lampung mengatakan, batuk adalah reflek tubuh mengeluarkan benda asing di saluran pernafasan.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Setiap orang baik anak-anak maupun dewasa pasti sering mengalami batuk.
dr Aditya M Biomed dari UPTD Labkesda Lampung mengatakan, batuk adalah reflek tubuh mengeluarkan benda asing di saluran pernafasan.
Batuk ada yang bukan karena penyakit ada juga yang karena penyakit.
Batuk bukan karena penyakit adalah batuk yang tiba-tiba terjadi.
Misalnya kita tersedak makanan, atau terkena debu kita langsung batuk.
Tapi ada juga yang namanya batuk akut dan batuk kronis.
Bedanya batuk kronis adalah batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu.
Baik batuk akut maupun batuk kronis adalah batuk yang disebabkan penyakit.
Penyakit yang menyebabkan batuk kronis salah satunya adalah pertusis atau batuk rejan.
Kalau orangtua sering bilang batuk pertusis ini sebagai batuk 100 hari.
Baca juga: Halo Dokter, Penyebab Rosacea atau Peradangan Kronis di Kulit Wajah
"Lalu ada juga batuk karena asma. Biasanya batuk karena asma disertai dengan sesak nafas dan bunyi mengi," kata dr Aditya.
Tak hanya itu, ada juga batuk karena TBC.
Kita wajib waspada batuk yang dialami adalah batuk TBC kalau batuk sudah berlangsung lebih dari dua minggu.
Selain batuk, orang yang terkena TBC biasanya juga akan mengalami berat badan turun, dan sering berkeringat yang merupakan khas penyakit TBC.
"Untuk itu bagi yang mengalami batuk, terutama batuk yang sudah berhari-hari tak kunjung sembuh, sebaiknya segera ke dokter untuk mengetahui penyebab batuknya dan bisa segera diatasi," kata dr Aditya.
Beda Batuk Biasa dengan Batuk Gejala Virus Corona
Berita lain, jangan terkecoh dengan gejala batuk biasa atau flu, sebab gejala-gejala demikian mirip dengan yang dialami pasien positif virus corona atau Covid-19.
Para ahli telah menyebutkan sejumlah gejala yang bisa mengindikasikan seseorang terinfeksi virus corona jenis baru atau SARS-CoV-2.
Gejala-gejala itu memiliki kemiripan dengan flu yang biasa terjadi diikuti demam, sakit kepala, termasuk batuk.
Di tengah wabah virus corona jenis baru seperti saat ini, penting mengetahui gejala-gejala virus corona, yang salah satunya adalah batuk.
Pahami perbedaan batuk biasa dengan batuk karena diduga gejala Covid-19.
Sebenarnya, batuk yang menunjukkan gejala Covid-19 dan batuk biasa memiliki perbedaan yang bisa diamati.
Dikutip dari Medical News Today, Kamis (19/3/2020), batuk yang terjadi pada penderita Covid-19 dan flu/batuk biasa sama-sama terjadi di waktu yang cukup sering, sepanjang mereka sakit.
Tingkatannya, mulai dari batuk ringan hingga sedang.
Flu atau batuk biasa
Batuk yang terjadi pada orang yang menderita influenza, menutur Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sering kali terjadi secara tiba-tiba dan penderita akan sembuh dalam waktu relatif singkat, kurang dari 2 minggu.
Selain itu, batuk yang terjadi pada orang yang menderita flu akan disertai dengan pilek dan bersin-bersin, sebagaimana dituliskan dalam artikel Business Insider, 12 Maret 2020.
Sementara, penderita Covid-19 tidak mengalami itu.
Jadi, jika seseorang menunjukkan batuk yang disertai dengan pilek dan sebelum batuk dimulai dengan fase bersin, dimungkinkan ia terkena flu biasa.
Covid-19
Dilansir dari The Sun, Senin(23/3/2020), Direktur Klinis dari Patientaccess.com, Dr Sarah Jarvis menjelaskan, batuk merupakan ciri dari gejala terinfeksi virus corona jenis baru yang sudah bisa diketahui.
Batuk yang menandakan mengindikasikan seseorang menderita Covid-19 adalah:
Batuk kering yang terjadi terus menerus
- Batuk kering terjadi setidaknya dalam waktu setengah hari.
- Batuk ini tidak terjadi sesekali hanya karena Anda berdehem atau ada sesuatu yang menyangkut di tenggorokan.
- Batuk ini adalah sesuatu yang baru dirasakan oleh penderitanya.
Artinya, bukan batuk seperti yang biasa dirasakan, misalnya karena seseorang terbiasa merokok kemudian sering batuk, dan sebagainya.
Batuk kering tidak berdahak
Meskipun penderita batuk kering tidak bisa disebut 100 persen adalah penderita Covid-19, namun jenis batuk ini lebih berpotensi menjadi gejala Covid-19 daripada batuk basah yang menghasilkan dahak.
Disebutkan, 67,7 persen pasien yang terkonfirmasi sebagai penderita Covid-19 menunjukkan gejala batuk kering ini, sehingga tak jarang disebut sebagai gejala kunci.
Oleh karena itu, Anda yang mengalami batuk kering seperti ini disarankan untuk melakukan isolasi diri secara mandiri sebagai langkah preventif menularkan virus ke orang lain.
(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti/Tribunnews)