Kota Metro

Wali Kota Metro Lampung Ajak Warga Wujudkan Literasi Sejak Dini 

Wali Kota Wahdi mengajak masyarakat bersama-sama mewujudkan Indonesia Emas 2045, dengan mengenalkan literasi sejak dini. 

Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: soni
Tribun Lampung/ Indra Simanjuntak
Wali Kota Wahdi hadiri gebyar literasi di TK Pertiwi, dok pemda 


 
 
 
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Wali Kota Wahdi mengajak masyarakat bersama-sama mewujudkan Indonesia Emas 2045, dengan mengenalkan literasi sejak dini. 


"Gebyar literasi di TK Pertiwi ini ingin mengajarkan anak-anak membaca, bersosialisasi dan mengenal budaya. Tujuan kita 2045 Indonesia Emas, jadi menghadirkan anak-anak interprenuer, mandiri, dan sehat berkelanjutan," tukasnya saat menghadiri Literasi Budaya dan Kewarganegaraan di TK Pertiwi, Jumat (4/2/2022).


Dijelaskannya, literasi termasuk pendidikan inklusi. Dimana semua aspek harus muncul. Tidak ada satu pun yang tertinggal atau berada di belakang. Karenanya, semua pihak harus mendukung kota literasi.


Ketua TP PKK Kota Metro Silvia Naharani mengaku, gebyar literasi merupakan bentuk bekerjasama mewujudkan program JAMAPAI. Karena literasi harus terus digaungkan sebagai kebiasaan yang dimulai dari rumah dan keluarga.


"Literasi ada 6 dasar. Tidak hanya membaca, menulis, menghitung. Tapi juga ada literasi digital, finansial, dan budaya. Jadi ini bentuk bahwa literasi dan pencanangan Metro sebagai Kota Literasi tidak main-main. Tidak hanya sekedar pencanangan, tapi diimplementasikan. Mulai dari tingkat PAUD," bebernya.


Sementara Fasilitator Satuan Pendidikan Ramah Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sowiyah menambahman, sangat erat kaitannya literasi dengan Kota Layak Anak (KLA). 

Baca juga: Winarni Lantik 27 Bunda PAUD dan Bunda Literasi di Kalianda


"Dimana dalam KLA pemerintah daerah menjamin tentang hak anak secara terencana dan terarah. Jadi ada lima klaster. Kaitannya dengan literasi dan pendidikan keluarga bertujuan agar anak-anak terlindungi secara konveksi. Seperti non diskriminasi sejak dalam kandungan hingga berusia 18 tahun," tuturnya.


Serta memerhatikan tumbuh kembang anak termasuk gizinya. Sehingga semua anak nyaman dan aman. Untuk dapat mewujudkan KLA, maka langkah yang harus dilakukan dengan mendampingi anak-anak, agar dapat tumbuh kembang dengan baik. 


"Terakhir mendengar suara anak. Karena memang di rumah itu tempat sekolah pertama. Bahwa anak-anak ini peniru ulung dan orang tua menjadi role model," tuntasnya. ( Tribunlampung.co.id / Indra Simanjuntak )

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved