Metro
RSUD Ahmad Yani Metro Punya Sentral Oksigen Berkapasitas 5.000 Liter
Direktur RSUD Ahmad Yani Metro Fitri Agustina mengatakan, uji fungsi jaringan gas medis telah dilakukan.
Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jenderal Ahmad Yani Kota Metro memastikan ketersedian oksigen aman.
Direktur RSUD Ahmad Yani Metro Fitri Agustina mengatakan, uji fungsi jaringan gas medis telah dilakukan.
Karenanya, dengan adanya liquid tank dan oksigen kemasan sebanyak 350 tabung, ketersediaan tercukupi dan aman.
Dijelaskannya, tabung sentral oksigen berkapasitas 5 ton atau 5.000 liter itu setara dengan 1.500 tabung oksigen.
Dimana dalam kondisi pemakaian normal, jumlah tersebut akan mampu bertahan selama satu bulan.
Baca juga: Kronologi Kecelakaan Truk Bermuatan Tabung Oksigen Tabrak Pohon dan Kompresor Warga Lampung Selatan
"Kalau normal seperti saat ini kebutuhan oksigen kita itu per hari 50 tabung, satu tank itu bisa untuk satu bulan. Jadi tabung sentral langsung tersambung pada jaringan pipa ke kamar-kamar pasien. Tabung sentral ini lebih efektif dibanding tabung oksigen yang biasa," imbuhnya, Sabtu 19/2/2022).
Wali Kota Metro Wahdi menilai, adanya tabung sentral oksigen itu merupakan hasil evaluasi Pemkot Metro dari peristiwa beberapa waktu lalu. Dimana pada saat itu RSUD Ahmad Yani sempat mengalami kekurangan oksigen.
"Hal ini adalah proses pembelajaran kita. Dahulu pada saat genting kita membutuhkan oksigen, namun ketersediaan sangat terbatas. Maka langkah ini kita tempuh untuk solusi dan antisipasi agar kita tidak kekurangan oksigen," terangnya.
Dengan adanya liquid tentu akan lebih penghematan anggaran. Karena sudah diatur sedemikian rupa secara teknis. Sehingga oksigen tidak terbuang begitu saja.
RSUD Ahmad Yani membutuhkan hal tersebut karena merupakan RS terbesar di Metro dan menjadi salah satu rujukan dari daerah lain di Lampung.
"Jadi, kasus-kasus yang tidak bisa tertangani di rumah sakit tipe C dan D, masuknya di sini. Adanya tabung sentral ini jadi solusi akan ketersediaan oksigen," tuntasnya.
( Tribunlampung.co.id / Indra Simanjuntak )