Bandar Lampung
Polda Lampung Gelar Sosialisasi Pencegahan Radikalisme
Dalam kesempatan itu, turut hadir pejabat utama Polda Lampung, perwakilan dari Densus 88 Mabes Polri, serta personel Polda Lampung dan Polres jajaran.
Penulis: joeviter muhammad | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Wakapolda Lampung Brigjen Pol Subiyanto membuka kegiatan sosialisasi pembinaan, pencegahan radikalisme dan intoleransi kepada personel Polda Lampung dan Polres jajaran.
Sosialisasi tersebut dilaksanakan melalui sarana zoom meeting, Kamis (24/3/2022) kemarin.
Kegiatan sosialisasi yang mengusung tema 'kenali dan tangkal radikalisme terhadap pegawai negeri dan anggota Polda Lampung di era digital' dilaksanakan di Swiss-Belhotel, Bandar Lampung.
Dalam kesempatan itu, turut hadir pejabat utama Polda Lampung, perwakilan dari Densus 88 Mabes Polri, serta personel Polda Lampung dan Polres jajaran.
Wakapolda Lampung Brigjen Pol Subiyanto mengatakan, di negara Indonesia paham radikalisme masih menjadi ancaman serius.
Baca juga: MUI Lampung Sepakat Rekrutmen Anggota Libatkan Polri, Cegah MUI Disusupi Jaringan Radikalisme
"Paham radikalisme bukan hanya muncul di kalangan masyarakat namun bisa saja terjadi muncul di institusi kita," ujar Subiyanto.
Menurutnya, kegiatan sosialisasi ini sangatlah penting untuk para personel serta pegawai negeri sipil Polri agar tidak mudah terkena paham radikal.
Oleh karena itu, Subiyanto mengingatkan kepada seluruh peserta sosialisasi dalam pelaksanaan tugas pahami betul Tri Brata sebagai pedoman hidup selaku anggota Polri, serta catur Prasetya sebagai pedoman kerja.
"Dengan kita memahami dan mengamalkan Tribrata dan catur Prasetya insya Allah, itu adalah salah satu langkah antisipasi guna mencegah masuknya paham radikalisme dan intoleransi di institusi kita," kata Subiyanto.
Subiyanto melanjutkan begitu juga untuk pegawai negeri sipil Polri, mempunyai pedoman Panca Prasetya Korpri sebagai pedoman kerja.
Acara di lanjutkan dengan penyampaian materi pembinaan dan pencegahan radikalisme dan intoleran, dari narasumber.
( Tribunlampung.co.id / Muhammad Joviter )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/sosialisasi-radikalisme-ii.jpg)