Ramadan 2022

Ini Cara Baru Kemenag Tentukan Ramadan, Tonton Live Streaming Sidang Isbat Sekarang

awal bulan adalah jika posisi hilal saat matahari terbenam sudah 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Sementara selama ini, kriteria awal bulan adala

Editor: soni
Dokumentasi Kemenag.go.id
Ilustrasi 

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Hilal dalam penentuan awal Ramadan 1443 H di Indonesia kini menggunakan kriteria baru.

Kriteria baru tersebut berdasarkan kesepakatan para Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) tahun 2021.

Berdasarkan hal tersebut, awal bulan adalah jika posisi hilal saat matahari terbenam sudah 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Sementara selama ini, kriteria awal bulan adalah dengan ketinggian 2 derajat dan elongasi 3 derajat.

"Jadi di sekitar matahari digambarkan dalam bentuk suatu setengah lingkaran dengan diameter 6,4 derajat. Maksudnya apa? Pada lingkup 6,4 derajat, cahaya dari matahari masih cukup kuat, kemudian hilal pada jarak kurang dari 6,4 derajat terlalu tipis dan terlalu redup, tidak mungkin bisa teramati. Sedangkan di kanan kiri dari titik matahari terbenam ada batas tiga derajat," kata peneliti astronomi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin.

Thomas menjelaskan, kriteria baru itu digunakan lantaran kriteria lama MABIMS telah digunakan sejak awal 1990-an atau hampir 30 tahun.

Kriteria lama tersebut telah dikritik oleh anggota MABIMS karena syarat tinggi minimal 2 derajat dinilai terlalu rendah secara astronomi.

Dari sisi elongasi 3 derajat juga terlalu dekat dengan matahari. "Tidak mungkin itu terjadi pada saat hilal sangat tipis dan redup," ujar Thomas.

Baca juga: Kapan Salat Tarawih Pertama? Berikut Live Streaming Sidang Isbat Penentuan Ramadan

Kemenag saat ini sedang melangsungkan sidang isbat penentuan awal Ramadhan 1443 Hijriah.

Tahun ini, pemerintah dan Muhammadiyah diprediksi akan mengalami perbedaan penetapan awal Ramadhan.
Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan jatuh pada besok, 2 April 2022.

Kemenag menjelaskan, perbedaan tersebut terjadi lantaran ada perbedaan metode penetapan, yakni metode hisab wujudul hilal dan imkanur-rukyat.

Klik link-nya di sini 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kemenag Gunakan Kriteria Baru Hilal dalam Tentukan Awal Ramadhan 1443 Hijriah."

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved