Ini yang Harus Dilakukan Jika Miliki Anak Down Syndrome

Down syndrome adalah penyakit kelainan genetik yang diakibatkan trisomy 21.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: muhammadazhim
Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti
dr Ismi Citra Ismail. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Down syndrome adalah penyakit kelainan genetik yang diakibatkan trisomy 21, yakni kelebihan kromosom 21 hingga jumlahnya menjadi tiga.

dr Ismi Citra Ismail, Sp.A (K) dari RSUD Dr H Abdul Moeloek mengatakan, jika mengalami down syndrome sebaiknya segera datang ke dokter anak atau dokter yang lebih ahli.

Dokter akan melakukan pemeriksaan kromosom 21. Jika kromosom 21 ada tiga maka dipastikan anak itu down syndrome. Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan untuk melihat apakah dia ada kelainan bawaan. Sebab ada beberapa anak down syndrome yang memiliki kelainan bawan.

Kelainan itu misalnya 50 persen anak down syndrome kurang hormon tiroid, 60 persen anak down syndrome kelainan jantung bawaan, dan 10 persen anak down syndrome gangguan cerna. Dokter akan mengobati kelainan tersebut. Tapi kalau down syndromenya tidak bisa diobati.

Selain itu dokter juga akan merujuk anak itu ke fisioterapi untuk melatih motoriknya. Sebab anak-anak down syndrome memiliki gejala khas berupa gangguan motorik dan gangguan intelektual.

Berbicara mengenai gangguan intelektual, gangguan ini yang menyebabkan anak down syndrome memiliki kemampuan intelektual lebih rendah dibanding anak-anak lainnya. Namun meskipun ada gangguan intelektual, anak down syndrome tetap harus sekolah.

Sekolahnya tidak bisa disekolah umum, tapi harus disekolah luar biasa. Di sekolah ini anak-anak akan dibantu untuk dididik dan menggali kelebihannya. Sebab meskipun memiliki gangguan intelektual, pasti ada kelebihan yang dimiliki anak ini seperti menari, melukis, dan sebagainya.

Tak hanya gangguan intelektual dan motorik saja yang jadi gejala khas down syndrome. Ada juga gejala khas fisik. Seperti diatas hidung rata, jarak dua mata agak jauh, mata agak sipit, telinga agak turun, dan lidah besar, perutnya bodong, dan jempol kakinya agak terbuka seperti sedang menggunakan sandal.

"Gejala khas ini akan tampak saat anak itu lahir. Sebab down syndrome sebenarnya sudah muncul di anak sejak anak dalam kandungan," urai dr Ismi

dr Ismi menyarankan jika ada anak down syndrome, orangtu, keluarga, dan orang sekitarnya harus bisa menerima anak itu. Jangan pernah abaikan anak itu.

Memang pasti butuh waktu untuk menerima anak-anak down syndrome. Tapi harus dilakukan, karena anak-anak down syndrome membutuhkan kepedulian orang-orang sekitarnya terutama orangtua," ujar dr Ismi.

Tidak ada salahnya membuat grup dengan sesama orangtua yang memiliki anak-anak down syndrome agar bisa saling menguatkan, memberi semangat, dan memberikan informasi.

(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved