Advertorial
Menteri BUMN, PUPR dan Perhubungan Tanggapi Masukan Lima Gubernur di Sumbagsel
Masyarakat Profesional Sumatera Bagian Selatan (Maspro Subagsel) mengadakan Seminar Membangun Aglomerasi Sumbagsel Jilid II
"Saya lebih mendorong bagaimana kolaborasi Pemerintah Daerah dan Pusat, bagaimana timah ini bisa dicari solusinya bersama. Toh ini income yang besar dan off taker nya ada," katanya
Menurutnya, pangan jadi hal yang sangat penting kedepan. Kalau bicara pangan di kementerian BUMN mengenalkan namanya program Makmur (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat), targetnya 200 ribu hektare sekarang baru 80 hektare khususnya Sumbagsel ada 8 hektare. Ini yang membedakan dengan program sebelumnya, dimana kalau program sebelumnya petani hanya diberikan pembiayaan tanpa pendamping bahkan kalau gagal panen didiamkan dan tidak ada off takernya.
Makmur ini ada fokus pada lima hal yaitu sawit, gula, kopi, padi dan jagung.
Progam ini bisa berhasil kalau didukung oleh pemerintah daerah dan Kementerian lainnya. Petani diberikan dana dari Himbara, lalu diberikan pupuk yang tepat waktu tapi non subsidi, tetapi bibit yang benar. Didampingi Jasindo kalau gagal panen. Hasilnya 100 persen di off taker.
"Para gubernur dan bupati agar mendorong program Makmur, agar lebih besar dan harus berkomitmen sama-sama. Jenisnya tidak boleh beda-beda, kalau beda-beda tidak memungkinkan dan jadi berat dari segi logistiknya," katanya
Lalu ada juga progam sawit untuk rakyat. Indonesia ini produksi sawitnya 46 juta dan Malaysia 18 juta, tapi dengan adanya perang Ukraina dan Rusia efeknya menguncang 20 persen minyak nabati.
"Banyak negara Eropa yang tadinya menolak beli sawit, tapi sekarang diam-diam beli sawit artinya kalau kita bisa tunjukan ke negara lain bahwa kita punya ekosistem yang besar maka itu akan jadi peluang yang bagus," katanya
Menurutnya, kebutuhan minyak hayati penting dan ada market yang hilang.
Inilah yang didorong, tentu di Sumbagsel jangan kalah dengan Sumut karena sawit trend nya luar biasa.
"Terlepas dari infrastruktur yang dijalankan tapi ini software yang bisa dijalankan dan fokus pada titik-titik yang tepat itu bisa jadi kunci," cetusnya
Menurutnya, untuk Kopi ada 6200 hektare dan akan ditinjau bagaimana kelanjutannya. Jambi, Lampung dan Sumsel harus berterimakasih pada pak Basuki.
"Indonesia Investment Authority (INA), bersama kementerian memberikan solusi, ketika jalan tol tidak lagi berdasarkan hutang tapi investasi. Karena kita harus menekan beban hutang kita," bebernya.
Masih kata Erick Thohir, INA sudah bertransaksi untuk tol Sumatera dan Jawa sebesar Rp 39 triliun yang diharapkan dengan kesehatan HK dan Waskita bisa meneruskan jalan tol lain yang ada di Sumatera. Karena kalau mau berhutang berat sekali, namun karena hutang turun dengan investasi maka jalan tol bisa dikembangkan lagi.
"Kita perlu meningkatkan peran swasta yang besar, 1/3 dorongan ekonomi nasional. Memang saat Covid-19 BUMN dan Pemerintah pusat, tapi kedepan harus dikejar lagi supaya pertumbuhan ekonomi yang kita harapkan bisa terus diatas 5 persen terlepas inflasi kita ketika harga-harga naik karena banyak import," katanya
Menurutnya, inflasi tidak boleh lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi. Maka ini yang harus dijaga. Perlu bekerjasama saling merajut tanpa harus menyalahkan. Karena ini solusi yang penting untuk semua.
"Inilah Keluarga kita Sumbagsel. Dimana para bupati dan gubernur bersatu dan memberikan solusi.
Maspro ditantang apa hasil yang didapatkan dan apa implementasi kongkrit dari masing-masing keputusan yang diambil dari seminar jilid II ini," tutupnya.
Dalam seminar Jilid II Maspro kali ini turut hadir Tantowi Yahya sebagai perwakilan dari Maspro Sumbagsel yang menyampaikan summary dari hasil seminar Jilid I dan. hadir juga Ketua BPK RI Agung Firman Sampurna. Sedang sebagai moderatornya Helmy Yahya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/poe-rkidn.jpg)