Nasional
Siapa Sebenarnya Amaq Sinta, Bisa Tumpas Dua Begal Sekaligus dan Sempat Jadi Tersangka
Beberapa kali, Amaq Sinta berteriak meminta tolong, namun tak ada satupun warga yang keluar.
Tribunlampung.co.id, Lombok Tengah - Apes betul nasib Murtede alias Amaq Sinta. Membela diri dari kawanan begal yang mengadangnya, warga Nusa Tenggara Barat (NTB) ini malah menjadi tersangka.
Meskipun kasusnya telah dihentikan, ia sempat kecewa dengan status tersangka yang disematkan kepadanya.
Bagaimana cerita Amaq Sinta melawan empat begal itu?
Amaq Sinta sedang berkendara sepeda motor seorang diri di Jalan Raya Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Minggu (10/4) dini hari sekitar pukul 24.00 Wita.
Ketika itu, pria 34 tahun ini hendak mengantar makanan dan air hangat dalam termos ke Kabupaten Lombok Timur.
Makanan dan minuman itu ditujukan untuk keluarga yang tengah menjaga ibunya yang dirawat di rumah sakit.
"Jalannya memang gelap. Istri saya menyuruh saya bawa pisau dapur untuk jaga-jaga. Saya bawa," kata Amaq Sinta saat ditemui di rumahnya di Dusun Matek Maling, Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, Kamis (14/4).
Dalam perjalanan yang sepi dan gelap, Amaq Sinta diikuti oleh empat orang yang ternyata begal.
Kawanan begal mendekat, lalu menyerempet motor yang dikendarainya.
Amaq Sinta awalnya masih bisa menghindar.
Namun, empat begal tersebut terus memepetnya.
Ia pun terpaksa turun dari motor.
"Saya diadang. Ditanya mau ke mana. Tangan saya langsung ditebas. Punggung dan pinggang saya juga ditebas pakai samurai," ujarnya.
Saat ditebas seorang begal yang berbadan besar sebanyak dua kali, Amaq Sinta baru saja turun dari arah kiri motornya.
Begal lainnya juga turun dari motor dan ikut menyerang Amaq Sinta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Amaq-Sinta.jpg)