Bandar Lampung
9 Peserta Tidak Sertakan Hasil Vaksin hingga Booster saat Ikuti Tes UTBK SBMPTN Unila
Sebanyak 9 peserta tidak menyertakan hasil vaksin hingga booster saat UTBK SBMPTN Unila.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Sebanyak 9 peserta tidak menyertakan hasil vaksin hingga booster saat UTBK SBMPTN Unila.
Hal tersebut disampaikan oleh Humas SBMPTN Unila M Komarudin saat ditemui Tribun Lampung, Selasa (17/5/2022) di gedung TIK Unila.
Berdasarkan catatan dari panitia saat dites bahwa ada 9 calon mahasiswa yang tidak menyertakan hasil vaksin hingga booster pada saat ujian SBMPTN.
"Persyaratan sudah vaksin hingga booster sudah menjadi ketetapan oleh panitia pusat dan kita hanya menjalankan," kata Komarudin yang merupakan dosen Teknik Elektro FT Unila ini.
Bagi peserta yang belum vaksin hingga booster maka dilakukan rapid test antigen di poliklinik Unila.
Baca juga: Atlet Kempo Lampung Sumbang Emas dan Perak di Ajang 18th IKF World Kempo Championships di Tunisia
Baca juga: Syarat Ikut UTBK SBMPTN 2022 di Universitas Lampung dan Itera
Mereka yang belum disuntik booster ini semuanya dari luar daerah.
Setelah dilakukan booster dan dinyatakan negatif maka diperbolehkan masuk ke dalam ruangan untuk mengikuti test.
"Peserta kita minta datang lebih awal jam 06.00 wib karena kita untuk antispasi jika ada persyaratan seperti booster belum dilakukan maka kita harus rapid test antigen," kata Komarudin.
Lalu pada sesi pertama dimulai pada pukul 07.15 wib sampai 10.30 wib semua peserta harus masuk ke dalam ruangan dan sesi kedua pukul 13.00 wib hingga pukul 16.00 wib.
Tadi setelah dicek pada sesi pertama relatif aman dan hanya saja ada gangguan padamnya listrik di FMIPA di tengah pengerjaan ujian.
Tetapi karena Unila sudah siap dengan adanya alat UPS serta menggunakan laptop semua bisa tertangani, peserta tetap bisa melanjutkan mengerjakan soal.
"Memang ada beberapa ruangan yang kosong, ada peserta yang tidak hadir. Tapi nanti ya kita rekap dulu setelah ujian selesai," papar Komarudin.
Diketahui paling banyak peminatnya bidang saintek yakni Fakultas Kedokteran, Farmasi, Teknik Informatika.
Soshum prodi Manajemen, Ilmu Komunikasi dan PGSD.
"Sedangkan peminat Unila ada 30.170 peserta dan yang mendaftar untuk tes ke Unila ada 15.972 orang dan yang akan diterima jalur ini 5.729 orang," kata Komarudin.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)