Kesehatan

Waspada Risiko Kematian Akibat Gagal Jantung

Gagal jantung disebabkan oleh beberapa penyakit seperti darah tinggi, diabetes, jantung koroner, jantung konginetal, jantung rematik, kehamilan.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
screenshot webinar
dr Nuka Meriedlona, Sp.JP dari Apotek Fardika Metro. Waspada risiko kematian akibat gagal jantung. 

Tribunlampunglampung.co.id, Bandar Lampung - Jantung adalah satu-satunya organ tubuh yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh.

Apabila mengalami gagal jantung bukan berarti jantungnya tidak bisa memompa darah.

dr Nuka Meriedlona, Sp.JP dari Apotek Fardika Metro mengatakan, jika mengalami gagal jantung, sebenarnya jantungnya masih bisa memompa darah.

Hanya saja darah yang dipompa tidak optimal.

Gagal jantung disebabkan oleh beberapa penyakit seperti darah tinggi, diabetes, jantung koroner, jantung konginetal, jantung rematik, kehamilan, gondok beracun (hipertiroid), gagal ginjal, autoimun seperti lupus, dan lain-lain.

Gejala gagal jantung adalah mudah capek, bengkak di kedua tungkaki kaki yang bisa menjalar ke seluruh tubuh, dan batuk berkepanjangan terutama pada malam hari yang bukan dipicu oleh infeksi.

Gejala lain yakni sesak nafas ringan hingga berat.

Ada yang namanya gagal jantung akut  yakni seseorang yang awalnya jantungnya normal jadi mengalami pelebaran jantung.

Kemudian jantung tersebut terisi darah dengan jumlah yang banyak. 

"Darah yang tidak bisa lagi masuk ke jantung akan lari ke paru-paru, yang membuat paru-paru seperti terendam cairan atau tenggelam, yang membuat  sesak nafas berat," urai dokter yang juga praktek di RSUD Sukadana dan RSUD Ahmad Yani itu dalam bincang kesehatan, Kamis 19 Mei 2022.

Sesak nafas berat ini membuat frekuensi nafas jadi 30-40 kali per menit.

Bisa disertai bunyi mengi, keluar keringat dingin, dan batuk terus menerus.

Sesak nafas berat ini sampai membuat tidak bisa tidur terlentang.

Baru bisa bernafas dengan nyaman jika duduk dan bahkan bungkuk.

Kondisi ini harus mendapatkan pertolongan dengan segera, karena jika terlambat bisa menyebabkan meninggal dunia.

Untuk menolong pasien dengan kondisi tersebut, harus segera dibawa ke UGD untuk mendapatkan bantuan nafas dari selang oksigen.

Kalau kondisinya sudah berat harus mendapatkan bantuan nafas dari ventilator.

Selain itu terhadap pasien yang alami gagal jantung, dokter akan memberikan obat-obatan dan dokter juga akan meminta untuk rutin kontrol ke dokter.

Khusus yang gagal jantungnya disebabkan jantung koroner, dokter akan menawarkan pemasangan ring.

Dokter juga akan meminta untuk tidak aktivitas berlebihan karena kemungkinan kemampuan jantung menurun akibat gagal jantung, serta memberi tahu makanan dan minuman apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi.

"Sebab pada pasien yang kondisi jantungnya belum stabil, ada beberapa makanan dan minuman yang tidak boleh dikonsumsi. Banyaknya minumnya pun ada batasannya," urai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Lampung itu.

(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved