Kesehatan
Halo Dokter, Apa Itu Acne Conglobata
dr Desidera Husadani SpDV dari Klinik Skin Rachel mengatakan, acne conglobata adalah jerawat yang paling parah.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Salah satu jenis jerawat yang paling ditakuti adalah acne conglobata.
Apa itu acne conglobata?
dr Desidera Husadani SpDV dari Klinik Skin Rachel mengatakan, acne conglobata adalah jerawat yang paling parah.
Jerawat ini bisa dialami pria maupun wanita.
Namun yang paling banyak mengalaminya adalah pria.
Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Mata Panda, Penyebab dan Cara Mengatasinya
Acne conglobata bisa muncul tiba-tiba padahal sebelumnya tidak ada jerawat.
Bisa juga awalnya jerawat sudah mereda lalu tiba-tiba muncul acne conglobata.
Selain itu, bisa juga awalnya jerawat biasa yang tidak ditangani dengan benar, lalu akhirnya lama kelamaan menjadi acne conglobata.
Penyebab acne conglobata adalah faktor genetik.
Pemicunya adalah penggunaan obat obatan untuk kelenjar tiroid, serta terkena bahan-bahan kimia yang ada pada pupuk tanaman dan insektisida.
Pemicu acne conglobata lain adalah penggunaan obat-obat mengandung steroid untuk membesarkan otot, yang biasanya dikonsumsi oleh pria.
Ciri-ciri acne conglobata adalah bentuknya besar, dalam, dan membentuk seperti terowongan bawah kulit.
Saking besarnya, antara jerawat satu dan lainnya bisa menyatu.
"Satu lagi ciri-ciri acne conglobata adalah bisa muncul nanah yang menimbulkan bau. Ciri-ciri inilah yang sering membuat yang mengalami acne conglobata merasa tidak percaya diri," kata anggota Perdoski Cabang Bandar Lampung itu dalam Bincang Kecantikan, Senin (30/5/2022).
Acne conglobata bisa menimbulkan rasa perih dan nyeri, terutama pada saat tergesek pakaian dan celana.
Sebab acne conglobata tak hanya muncul di wajah.
Bisa juga di dada, punggung, lengan atas, dan bokong.
Jika mengalami acne conglobata, jangan mencoba untuk memencetnya dan jangan mengobati dengan obat-obatan tanpa pengawasan dokter spesialis kulit.
Sebab khawatirnya akan menimbulkan masalah baru, seperti iritasi dan peradangan.
Sebaiknya langsung datang ke dokter spesialis kulit untuk mendapatkan pengobatan.
Adapun pengobatan yang diberikan berupa obat-obatan minum, yang diminumnya bisa sampai enam bulan.
Selain itu, bisa ada juga obat oles namun yang sifatnya tidak iritatif.
Setelah pengobatan, acne conglobata bisa sembuh.
Namun setelah sembuh, kemungkinan besar akan ada bekas seperti keloid dan bopeng.
Untuk mengatasi bekasnya, bisa dikonsultasikan lagi ke dokter.
Untuk mencegah acne conglobata caranya lakukan perawatan kulit.
Segera obati jerawat sebelum jerawat itu parah, di usia berapa pun jerawatnya muncul, terutama jika memiliki faktor genetik acne conglobata.
Cara lain untuk mencegah acne conglobata adalah gunakan masker dan sarung tangan saat menggunakan pupuk tanaman dan insektisida.
Lalu sebisa mungkin hindari makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi.
( Tribunlampung.co.id / Jelita Dini Kinanti )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/dr-desidera-husadani-spdv-acne-conglobata.jpg)