Idul Adha 2022
Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah dan Artinya
Berikut bacaan niat puasa Dzulhijjah dan artinya yang bisa diamalkan menjelang Idul Adha 2022.
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Kiki Novilia
Tribunlampung.co.id, Jakarta - Puasa Dzulhijjah merupakan satu di antara amalan sunnah yang bisa dilakukan menjelang hari raya Idul Adha 2022.
Puasa ini biasanya dilaksanakan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, tepatnya 1-7 Dzulhijjah.
Dilansir dari Tribunnnews (9/7/2021), Rasullullah SAW pernah bersabda mengenai keutamaan puasa di awal bulan Dzulhijjah. Sabdanya itu pun tertuang dalam hadist Ibnu Abbas.
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ . يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ
Artinya: “Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah).”
Baca juga: Bacaan Niat Puasa Tarwiyah Menjelang Idul Adha 2022
Baca juga: Bacaan Niat Puasa Arafah Jelang Idul Adha 2022
Amalan berpuasa di bulan Dzulhijjah inI diketahui kerap dilaksanakan oleh Rasulullah SAW.
Namun sebelum menjalani ibadah sunnah seperti puasa Dzulhijjah, kaum muslimin dianjurkan untuk mengucapkan niat terlebih dahulu.
Hal ini karena niat merupakan bagian dari syarat pelaksanaan suatu ibadah, meski hanya dibaca dalam hati.
Berikut merupakan bacaan niat puasa Dzulhijjah yang bisa diamalkan saat menyambut Idul Adha 2022 pada Juli mendatang.
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: "Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala."
Baca juga: Bacaan Niat Salat Idul Adha Sendirian dan Artinya
Baca juga: Berikut Bacaan Doa Niat Mandi Wajib Setelah Haid bagi Wanita dan Tata Caranya
Keutamaan puasa Dzulhijjah
Puasa Dzulhijjah termasuk sebagai amalan sunnah bagi kaum muslimin. Meski begitu, ibadah ini memiliki sejumlah keutamaan yang sayang untuk dilewatkan.
Berikut keutamaan bulan Dzulhijjah yang dikutip dari laman Icna.org.
Setiap muslimin yang menjalankan puasa Dzulhijjah akan diganjar dengan pahala yang berlipat ganda.
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa Allah SWT sangat menghargai orang melakukan perbuatan baik dalam 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.
Hal tersebut berdasarkan hadist Nabi diriwayatkan Al-Bukhari. Kendati demikian, kebanyakan ulama menyarankan untuk mengamalkan puasa selama sembilan hari pada awal Dzulhijjah.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah,” hadits riwayat Abu Daud.
Selain itu, sepuluh hari pertama Dzulhijjah ternyata nilainya sama seperti sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Diketahui, hari tersebut merupakan hari yang paling dicintai Allah SWT.
Sang Pencipta akan memberikan kesempatan untuk menuai penghargaan dan berkat bagi yang menjalaninya.
“Nabi saw bersabda: Siapapun yang berpuasa untuk satu hari untuk kesenangan Allah, Allah akan menjauhkan mukanya dari api neraka untuk (jarak yang ditempuh dalam perjalanan) tujuh puluh tahun,” Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.
Di samping itu, Nabi Muhammad juga mengatakan bahwa puasa Dzulhijjah bisa menjadi penebusan semua dosa pada tahun sebelumnya dan semua dosa tahun yang akan datang. Itu sebabnya, puasa Dzulhijjah disebut juga sebagai tindakan kebenaran.
Berdasarkan Hadits diriwayatkan Ahmad, Abu Dawud, An-Nisa'i, kaum muslimin yang menjalani ibadah sunnah ini akan merasakan kedamaian.
Bahkan diriwayatkan pula bahwa pahala beramal di 10 hari Dzulhijjah ini setara dengan mati syahid.
“Sahabat bertanya kepada Nabi Muhamad SAW, 'Apakah jihad juga tidak sebanding beramal pada sepuluh hari tersebut?' ia menjawab, “Tidak, kecuali ia mengorbankan harta dan jiwanya di jalan Allah (mati syahid),” Hadits riwayat Ibnu Majah. (Tribunlampung.co.id/Virginia Swastika)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/bacaan-doa-hari-ke-18-puasa-ramadan.jpg)