Pesisir Barat
Kisah Peselancar 13 Tahun asal Pesisir Barat Ikut World Surfing League
Dira, sapaannya, merupakan peselancar termuda dalam ajang World Surfing International (WSL) Open Women QS 5000.
Tribunlampung.co.id, Pesisir Barat - Hari ketiga pergelaran World Surfing League Krui Pro 2022 di Pesisir Barat, ada satu sosok yang mencuri perhatian.
Dari ratusan peserta yang rata-rata berusia dewasa, terlihat seorang bocah yang masih belia.
Dia adalah Naesa Awalia Shaldira (13), peserta WSL asal Pesisir Barat.
Dira, sapaannya, merupakan peselancar termuda dalam ajang World Surfing International (WSL) Open Women QS 5000.
Meskipun masih remaja, Dira sudah menorehkan prestasi yang sangat membanggakan.
Baca juga: Atlet Selancar Kelas Dunia Rio Waida Targetkan Kemenangan di WSL Krui Pro 2022
Pelajar kelas 1 SMPN 2 Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung itu pernah meraih juara dalam ajang kejuaraan surfing se-Sumatera di Padang, Sumatera Barat, pada Februari 2022 lalu.
Dira juga pernah meraih juara di kejuaraan surfing di Pantai Carita, Banten, Desember 2021 dan kejuaraan surfing se-Pesisir Barat.
Di ajang WSL ini, Dira mendapatkan wild card.
Dalam penampilannya hari ini, Senin (13/6/2022), ia kurang beruntung.
Dira dinyatakan gagal untuk melaju ke babak berikutnya.
Meskipun gagal, Dira mengaku tidak kecewa atas penampilannya.
Sebab, ia sudah diberikan kesempatan tampil di ajang internasional.
"Sangat senang bisa mewakili Pesisir Barat, Lampung, dan Indonesia. Semoga saya ke depan bisa tampil lebih baik lagi, bisa mengharumkan Lampung dan Indonesia," ungkapnya.
Dalam pertandingan tersebut, Dira tampil pada heat pertama.
Ia harus bersaing dengan tiga peserta, yakni Sai Maniwa (Jepang), Sarah Kohrogi (Jepang), dan Pipper Harrison (Australia).