Pesisir Barat

Kisah Peselancar 13 Tahun asal Pesisir Barat Ikut World Surfing League

Dira, sapaannya, merupakan peselancar termuda dalam ajang World Surfing International (WSL) Open Women QS 5000.

Tribunlampung.co.id / Arif Saidal
Naesa Awalia Shaldira (kanan), bocah 13 tahun peserta WSL asal Pesisir Barat. 

Kalah pengalaman, Dira terpaksa mengakui keunggulan ketiga pesaingnya itu.

Ia juga tak mampu menaklukkan ganasnya ombak perairan Pesisir Barat.

Een (33), sang ibu, menceritakan, Dira mulai menyukai selancar sejak umur lima tahun.

Ia belajar secara otodidak karena rumahnya dekat dengan pantai.

Dira memulai kariernya di dunia selancar saat menginjak usia 10 tahun.

Di balik banyaknya prestasi yang diraihnya itu, dia mengaku tidak ada perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat.

Sebab, selama ini ia mengikuti kejuaraan atas inisiatif sendiri dan dukungan keluarganya.

"Belum ada. Sampai saat ini belum pernah ada bentuk perhatian dari pemerintah. Selama ini yang selalu men-support Dira adalah keluarga dan teman-temannya," ungkap Een.

Een mengaku selalu khawatir ketika melihat Dira bergelut dengan ganasnya ombak.

Kendati begitu, ia percaya Dira mampu mengatasinya.

"Khawatir pasti, karena kan kita tidak tahu kondisi ombak di tengah sana seperti apa. Namanya seorang ibu pasti khawatir. Tapi saya tetap yakin dan percaya Dira bisa menghadapi itu dan memberikan hasil yang terbaik yang ia bisa," imbuhnya.

"Harapan kami ke depan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat bisa lebih memperhatikan dan memberikan dukungan penuh terhadap Dira untuk mengharumkan nama Indonesia dan Pesisir Barat, khususnya pada ajang-ajang nasional, bahkan internasional lainnya," harapnya.

( Tribunlampung.co.id / Saidal Arif )

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved