Pesisir Barat

Berita Lampung, Harga Cabai di Pesisir Barat Kini Bersaing dengan Daging Sapi

Harga cabai di Lampung kian 'pedas'. Di Pesisir Barat harga cabai merah Rp 110 ribu per kilogram, nyaris menyamai harga daging sapi.

Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id/Sulis
Ilustrasi - Pedagang cabai. Harga cabai di Lampung melejit. Di Kabupaten Pesisir Barat harga cabai merah sentuh Rp 110 ribu perkilogram. 

Tribunlampung.co.id, Pesisir Barat – Info Lampung pagi ini. Harga cabai di sejumlah daerah di Lampung terus mengalami kenaikan.

Bahkan , harga cabai merah di sejumlah daerah menyentuh harga Rp 100 per per kilogram.

Seperti halnya di Kabupaten Pesisir Barat. Harga cabai merah di Kabupaten ini justru melejit hingga Rp 110 ribu per kilogram.

Kenaikan harga cabai saat ini, tak hanya membuat para pedagang makanan kelimpungan.

Tapi para ibu rumah tangga pun harus pandai mensiasati uang belanja dapur.

Baca juga: Harga Terus Meroket, Cabai Merah di Pasar Pagi Krui Pesisir Barat Tembus Rp 110 Ribu per Kilogram

Baca juga: Berita Lampung, Polisi Tangkap Dua Pelaku Penganiaan Kurir Shopee di Metro

Diketahui, kenaikan cabai yang nyaris menyamai harga daging sapi ini terjadi sejak sepekan terakhir.

Lores (36), salah satu pedagang di Pasar Pagi Krui, Pesisir Barat mengatakan, kenaikan harga cabai tersebut dipicu karena sedikitnya barang yang ada.

"Sebelumnya harga cabai merah Rp 80 ribu, sekarang naik menjadi Rp 110 ribu perkilo," kata dia, Senin (20/6/2022). 

Kemudian, untuk harga cabai rawit juga mengalami kenaikan.

Sebelumnya harga cabai rawit Rp 80 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 100 ribu per kilogramnya.

Selain harga cabai, harga bawang merah juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 35 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 60 ribu per kilogramnya.

Lalu daging ayam broiler belum ada perubahan, masih bertahan di Rp 35 ribu perkilonya dan daging ayam kampung di harga Rp 60 ribu perkilogram

Baca juga: Berita Lampung, Polisi Tangkap Pelaku Pemalakan di Lampung Tengah yang Kerap Meresahkan Sopir Truk

Baca juga: Emak-emak di Lampung Utara Menjerit, Harga Cabai Makin Pedas Rp 80 Ribu per Kg

Kemudian, harga daging sapi juga belum ada perubahan, masih tertahan diharga Rp 120 ribu perikilogram.

Sementara untuk harga telor ayam broiler mengalami penurunan, sebelumnya  Rp 27 ribu kini turun Rp 26 ribu perkilogram.

Harga Cabai di Lampung Utara Buat Emak-Emak Pusing

Emak-emak di Lampung Utara menjerit dengan harga cabai yang makin hari kian pedas.

Pasalnya harga cabai di Lampung Utara meningkat drastis hingga 100 persen. Alhasil emak-emak yang biasa belanja urusan dapur kelimpungan.

Kondisi ini dirasakan emak-emak di Lampung Utara, lebih dari setengah bulan.

Sejumlah bahan pokok mengalami lonjakan drastis di berbagai pasar tradisional yang ada di Lampung Utara.

Pantauan di lapangan, harga cabai merah naik. Sebelumnya sekitar Rp 40 ribu, kini harganya capai Rp 80 ribu per kilogram.

Harga tersebut juga berlaku pada cabai rawit.

Selain cabai, bumbu dapur lainnya seperti bawang merah kini harganya juga naik. Jadi Rp 55 ribu dari harga normal Rp30 ribu.

Sedangkan untuk bawang putih, pedagang beralih ke bawang putih impor dengan harga yang dipatok diangka Rp 20 ribu per kilogram.

Salah satu pedagang di Pasar Pagi Kotabumi, Bella (40) mengatakan kenaikan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Namun pihak pemerintah daerah belum pernah turun ke lapangan.

Ditambahkan Bella, kenaikan berbagai harga bahan pokok belakangan ini sangat mempengaruhi minat beli pelanggan. Sehingga omset penjualannya ikut turun drastis.

"Sudah hampir setengah bulan lebih bang harga cabai, bawang, naik semua harga-harganya. Dinas Perdagangan belum pernah turun sampai hari ini, enggak tau juga kenapa," ujar Bella, Minggu (19/6/2022)

Masih kata Bella, kenaikan harga kali ini dianggap yang paling luar biasa, dibandingkan dengan momen lebaran kemarin.

Baik pedagang, maupun pembeli sama-sama terkena dampak yang sangat besar.

Pedagang kesulitan untuk menjajakan dagangannya, sedangkan pembeli yang rata-rata kaum emak-emak terpaksa menyiasati jumlah pembelian mereka sehari-hari.

Biasanya sanggup membeli satu kilo gram, kini mereka hanya beli setengahnya.

"Modal kita belanja sekarang harus dua kali lipat karena kenaikan sudah sampai seratus persen. Omzet pun sekarang berkurang drastis, ngabisin dagangan sekarang agak lama, dan itu berpengaruh pada bobot dagangan yang berkurang," keluhnya.

Ia bersama pedagang lainnya berharap Pemkab Lampura dapat mencarikan solusi untuk menstabilkan kembali harga-harga bahan pokok, mengingat saat ini kondisi keuangan masyarakat masih sulit ditengah pandemi.

Sukarni pedagang lainnya menyebut, naiknya harga bumbu dapur sudah sejak sebulan lalu. Penyebabnya belum diketahuinya. Untuk dagangan dirinya hanya berani menjual dengan jumlah sedikit.

“Harga cabai saya jual Rp 85 ribu Perkilo sama dengan harga cabai caplak,” katanya.

Salah satu warga yang sedang berbelanja, Rina (45) mengeluhkan lonjakan harga bahan pokok di pasar. Selain harus memikirkan dapur, Ia juga harus memutar otak memikirkan keperluan keluarga di rumah.

Ia berharap kondisi ini dapat segera dibenahi dan kembali normal harga-harga bahan pokok, mengingat komoditas yang merangsek naik merupakan kebutuhan sehari-hari.

"Ya minta tolong lah sama Pemerintah, stabilkan lagi harga kebutuhan dapur, kalau kayak gini terus bisa ngejerit kami emak-emak ini," ujarnya.

(Tribunlampung.co.id/Saidal Arif/Anung Bayuardi)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved